kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.913   -75,00   -0,42%
  • IDX 6.098   -23,40   -0,38%
  • KOMPAS100 790   -3,70   -0,47%
  • LQ45 605   -3,07   -0,50%
  • ISSI 212   -0,25   -0,12%
  • IDX30 335   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 427   0,08   0,02%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 115   0,19   0,17%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Kawasan industri tergantung infrastruktur & harga


Rabu, 02 Agustus 2017 / 10:45 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Penentu daya saing kawasan industri adalah infrastruktur terintegrasi dan harga kompetitif. Dengan peningkatan potensi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan industri, si penggerak pembangunan ekonomi.

Kawasan industri perlu perbaikan konektivitas antar infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api. Juga dukungan infrastruktur energi, seperti gas dan listrik. "Keunggulan kawasan industri tergantung infrastruktur dan harga. Kita bersaing dengan kawasan negara lain, terutama Asean," kata Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Senin (31/7).

Menurutnya, perlu ada pedoman harga jual atau sewa kaveling bangunan di kawasan industri. Langkah itu terlaksana bila terjadi kerjasama seluruh pemangku kepentingan, yakni pengelola kawasan industri dan pemerintah pusat. "Penguatan daya saing kawasan juga dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Kami memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri khususnya luar Jawa," Airlangga.

Pembangunan kawasan industri salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi Pemerintah menetapkan 23 kawasan industri masuk Proyek Strategis Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×