kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kawasan industri tergantung infrastruktur & harga


Rabu, 02 Agustus 2017 / 10:45 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Penentu daya saing kawasan industri adalah infrastruktur terintegrasi dan harga kompetitif. Dengan peningkatan potensi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan industri, si penggerak pembangunan ekonomi.

Kawasan industri perlu perbaikan konektivitas antar infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api. Juga dukungan infrastruktur energi, seperti gas dan listrik. "Keunggulan kawasan industri tergantung infrastruktur dan harga. Kita bersaing dengan kawasan negara lain, terutama Asean," kata Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Senin (31/7).

Menurutnya, perlu ada pedoman harga jual atau sewa kaveling bangunan di kawasan industri. Langkah itu terlaksana bila terjadi kerjasama seluruh pemangku kepentingan, yakni pengelola kawasan industri dan pemerintah pusat. "Penguatan daya saing kawasan juga dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Kami memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri khususnya luar Jawa," Airlangga.

Pembangunan kawasan industri salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi Pemerintah menetapkan 23 kawasan industri masuk Proyek Strategis Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×