kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kawasan industri tergantung infrastruktur & harga


Rabu, 02 Agustus 2017 / 10:45 WIB
Kawasan industri tergantung infrastruktur & harga


Reporter: Handoyo | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Penentu daya saing kawasan industri adalah infrastruktur terintegrasi dan harga kompetitif. Dengan peningkatan potensi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan industri, si penggerak pembangunan ekonomi.

Kawasan industri perlu perbaikan konektivitas antar infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api. Juga dukungan infrastruktur energi, seperti gas dan listrik. "Keunggulan kawasan industri tergantung infrastruktur dan harga. Kita bersaing dengan kawasan negara lain, terutama Asean," kata Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Senin (31/7).

Menurutnya, perlu ada pedoman harga jual atau sewa kaveling bangunan di kawasan industri. Langkah itu terlaksana bila terjadi kerjasama seluruh pemangku kepentingan, yakni pengelola kawasan industri dan pemerintah pusat. "Penguatan daya saing kawasan juga dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Kami memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri khususnya luar Jawa," Airlangga.

Pembangunan kawasan industri salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi Pemerintah menetapkan 23 kawasan industri masuk Proyek Strategis Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×