Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. KEK Industropolis Batang tak hanya agresif memburu investor, tetapi juga memperkuat citra sebagai kawasan industri berkelanjutan. Salah satunya dengan mengembangkan kawasan sebagai destinasi wisata olahraga.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan SEZ Industropolis Run yang rutin digelar setiap tahun. Ajang lari ini menjadi sarana untuk memperkenalkan wajah lain kawasan industri kepada masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri tak lagi sebatas membangun pabrik dan infrastruktur. Pengelola juga berupaya menciptakan kawasan yang hidup, inklusif, serta memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Di tengah persaingan antarkawasan industri dalam menarik modal, strategi tersebut menjadi nilai tambah. Industropolis Batang ingin menawarkan bukan hanya lokasi bagi investor, tetapi juga ekosistem kawasan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Kantongi Komitmen Investasi Eropa
Memasuki tahun ketiga, SEZ Industropolis Run 2026 naik kelas sekadar sport tourism menjadi panggung kompetisi bagi atlet lari elit nasional. Ajang ini memadukan olahraga, wisata, lanskap kawasan, dan kompetisi. Tahun ini, atlet-atlet lari nasional turut diundang bersaing dengan pelari dari berbagai daerah.
“Kami ingin event ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati olahraga, tetapi juga ruang bagi atlet dan pelari untuk menguji kemampuan dan mengejar catatan terbaik,” ujar M. Rizza Akbar, Kepala Departemen Corporate Office & Protocoler KEK Industropolis Batang dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
SEZ Industropolis Run 2026 menawarkan lintasan relatif landai (flat track) yang telah tersertifikasi AIMS (Association of International Marathons and Distance Races). Lintasan ini memberi peluang pelari mengejar waktu terbaik, didukung sistem pencatatan waktu berbasis timing chip yang akurat dan terukur.
SEZ Industropolis Run menawarkan pengalaman berbeda dengan lintasan yang melewati kawasan industri modern, perkebunan karet, danau reservoir, hingga dermaga di pesisir Laut Jawa. Lintasan yang steril dari kendaraan membuat peserta lebih aman dan nyaman menikmati perpaduan kawasan industri dan alam.
Bagus Pambudi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang mengatakan, ajang ini turut memperkenalkan Batang dari sisi lain, sekaligus berpotensi menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah melalui kedatangan peserta dari berbagai wilayah.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perluas Program PRIMA Demi Cetak SDM Industri Siap Kerja
Pada 2026, penyelenggara juga mengubah arah lintasan untuk memperlancar pergerakan peserta dan mengurangi kepadatan di sejumlah titik. Perubahan ini sekaligus memberi pengalaman baru, termasuk berlari di kawasan dermaga dengan panorama Laut Jawa menuju garis finis.
SEZ Industropolis Run 2026 juga menggandeng Bank Indonesia Tegal yang membawa kampanye WANI—Waspada, Amankan, Niteni, dan Identifikasi. Pesan ini mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam bertransaksi digital, menjaga data pribadi, mengenali risiko penipuan, serta segera melaporkan jika menemukan masalah.
Tahun ini, Rizza bilang ajang tersebut menargetkan 2.626 pelari dalam tiga kategori: Half Marathon 350 peserta, 10K 1.300 peserta, dan 5K 976 peserta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp100 juta, termasuk kategori Best Costume.
Pendaftaran dilakukan secara online dengan biaya mulai Rp200.000 untuk 5K, Rp250.000 untuk 10K, dan Rp400.000 untuk Half Marathon pada harga early bird. Pembayaran juga tersedia melalui QRIS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














