kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kembangkan infrastruktur tambang, Bayan (BYAN) siapkan capex US$ 130 Juta


Rabu, 19 Juni 2019 / 20:46 WIB


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk terus mengembangkan infrastruktur tambang untuk mendukung rencana mereka dalam mengoptimalkan produksi. Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero menyampaikan salah satu agenda tahun ini mereka akan membangun jalan sekitar 100 kilo meter menuju sungai Mahakam.

Selanjutnya mereka juga berencana untuk menambah instalasi pemuat kapal atau ship loader kedua di Balikpapan Coal Terminal (BCT). Jenny bilang, saat ini mereka baru memiliki satu ship loader dengan kapasitas 4.000 metrik ton per jam.

“Kita akan meningkatkan kapasitas di BCT dengan menambah ship loader kedua di terminal BCT, kita meningkatkan kapasitas muatan batubara menjadi 8.000 metrik ton per jam, sebelumnya 4.000 metrik ton per jam,” jelasnya usai paparan publik, Rabu (19/6).

Tak hanya menggenjot kapasitas di BCT, Jenny mengaku nantinya emiten berkode saham BYAN ini bakal menambah ship loader di Dermaga Senyiur, Kutai Timur, Kalimantan Timur yang melayani pengiriman batubara miliknya.

Ia berharap setelah penambahan rampung nantinya total kapasitas terpasang bisa sesuai dengan produksi per tahun mereka atau sekitar 30 jutaan ton batubara dalam setahun.

Guna membangun infrastruktur tambang tersebut mereka sudah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 100 juta hingga US$ 130 juta. “Seluruh sumber dana belanja modal sementara kita dari kas internal,” imbuhnya.

Pada kuartal pertama, mereka mengalokasikan belanja modal sebanyak US$ 48,3 juta, akan tetapi baru terserap sebesar US$ 11,1 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×