kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Kemdag larang impor apel dari California


Senin, 26 Januari 2015 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. Obat asma alami.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) melarang para importir buah asal Indonesia mengimpor dua jenis apel produksi Bidart Bros, California, Amerika Serikat (AS). Jenis apel yang dilarang adalah apel Granny Smith dan Gala. Kedua jenis apel ini diduga terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes.

Keputusan pelarangan impor dua jenis apel ini dilakukan berdasarkan surat Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Badan Berbahaya Nomor SV.04.01.15,0301 tanggal 23 Januari 2015 perihal foodborne disease outbreak terkait konsumsi apel karamel asal AS. Kemdag juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Direktur Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemdag Widodo meminta masyarakat tidak mengkonsumsi kedua jenis apel yang dilarang tersebut. Kemdag juga telah mengirimkan surat larangan impor apel produksi Bidart Bros itu kepada para importir apel pada hari ini. 

"Kedua jenis apel ini bila dikonsumsi akan menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, juga dapat menyebabkan keguguran kepada wanita hamil," ujar Widodo di Kemdag, Senin (16/1).

Ia menjelaskan bakteri listeria monocytogenes dapat menyebabkan gejal infeksi jangka pendek kepada orang-orang sehat. Gejala itu berupa demam tinggi, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut, dan diare.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×