kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.627   74,00   0,42%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemendag berencana bentuk Satgas Ayam


Kamis, 02 Oktober 2014 / 17:31 WIB
ILUSTRASI. Promo Burger King diskon 50% sediakan diskon via BCA hingga Paket Sahur hemat


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetap akan atur suplai populasi ayam dalam negeri. Rencananya, dalam pengaturan suplai tersebut akan dibentuk satuan tugas alias Satgas yang beranggotakan beberapa kementerian. 

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengatakan, anggota Satgas tersebut nantinya akan menghitung kebutuhan dan suplai mulai dari bibit indukan ayam alias grand parent stock (GPS) hingga bibit ayam (day old chicken /DOC).

"Nanti di dalam peraturan baru ada semacam National Task Force. Mereka yang menghitung apakah ada kelebihan suplai atau tidak, kalau kelebihan dilakukan pemotongan suplai," kata Sri belum lama ini. 

Sebagai informasi, berdasarkan perhitungan Kementerian Perdagangan, saat ini produksi DOC di dalam negeri mencapai kurang lebih 50 juta ekor per minggu, sementara konsumsi nasional hanya 41 juta ekor per minggu. Karena itu, dilakukan pemangkasan (cutting) DOC sebesar 20%. Untuk jangka panjang, Kemendag berencana melakukan pengendalian impor GPS.

Saat ini pemangkasan suplai DOC masih berlangsung untuk dapat mengatrol harga. Namun, untuk palaksananya diserahkan kepada masing-masing perusahaan dan tidak berdasarkan rekomendasi Kemendag.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×