kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kementan Benarkan Ada Praktik Nakal Perusahaan Eksportir Sarang Burung Walet


Selasa, 24 Januari 2023 / 16:08 WIB
Kementan Benarkan Ada Praktik Nakal Perusahaan Eksportir Sarang Burung Walet
ILUSTRASI. Ada perusahaan eksportir sarang burung walet yang tidak konsisten dengan komitmen untuk protokol ekspor. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/pd.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) membenarkan bahwa ada praktik nakal yang dilakukan oleh perusahaan walet dalam kegiatan ekspor sarang burung walet. 

Kepala Badan Karantina Kementan, Bambang, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi dadakan kepada 33 perusahaan walet di Indonesia, utamanya yang melakukan akses ekspor langsung ke Tiongkok. 

"Dari investigasi tersebut memang benar ada perusahaan yang tidak konsisten dengan komitmen untuk protokol ekspor," kata Bambang dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV  DPR RI, Selasa (24/1). 

Baca Juga: Punya Potensi Besar, Wapres Minta Industri Sarang Burung Walet Dikelola dengan Baik

Bambang menjelaskan, bahwa dalam proses ekspor pihaknya sudah melaksanakan tugasnya sesuai prosedur yaitu melakukan pendaftaran, pengawalan dari proses di rumah walet hingga di General Administration of Customs China (GACC). 

Namun ia meyakini, perusahaan yang melanggar adalah mereka yang telah berhasil lolos tahap persetujuan, sehingga tindakannya tidak terdeteksi oleh Badan Karantina Kementan. 

"Pada saat kita audit ternyata ada yang tidak sesuai. Ada kesalahan berat seperti jumlah pekerja harian yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan hingga volume ekspor yang tidak sesuai," jelas Bambang.

"Jadi bukan karena proses karantina yang salah tapi Perusahaannya yang melanggar tanpa diketahui oleh Badan Karantina," tambah ia. 

Ia menjelaskan saat ini sudah ada empat perusahaan yang dibekukan untuk sementara. Namun begitu ia tak menyebutkan pasti nama nama perusahaan tersebut. 

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mempertanyakan data ekspor sarang burung walet kepada Kementan. Pasalnya, dia sudah meminta data tersebut sejak lama, namun tak kunjung diberi oleh Kementan.

Baca Juga: Manfaat Sarang Burung Walet untuk Kesehatan Tubuh

Sudin meyakini bahwa ada permainan tidak sehat dalam kegiatan ekspor sarang burung walet. Ia mencontohkan kasus PT. ACW yang mendapatkan sanksi pelarangan ekspor di awal Januari, namun sudah diperbolehkan ekspor kembali pada pertengahan Januari. 

"Ini ada apa? Awal Januari diberi sanksi tanggal 12 boleh ekspor lagi. ini tidak mungkin tidak ada permainan," tutur Sudin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×