kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kementerian ESDM proyeksikan lifting minyak alami penurunan di 2024


Selasa, 28 Januari 2020 / 19:34 WIB
Kementerian ESDM proyeksikan lifting minyak alami penurunan di 2024
ILUSTRASI. Lifting Pertamina EP naik di 2019


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan terjadi penurunan lifting minyak di 2024 mendatang ketimbang proyeksi tahun ini.

Merujuk data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lifting minyak tahun ini yang sebesar 755 ribu barel per hari (bph) akan mengalami penurunan di tahun 2021 mendatang. Adapun, penurunan mencapai maka tahun depan lifting diprediksi akan alami penurunan sekitar 5,16% atau setara 716 ribu bph.

Baca Juga: SKK Migas lakukan survei cadangan migas dengan pesawat khusus

Kendati demikian, produksi kembali diproyeksikan meningkat di tahun 2022, menjadi 727 ribu bph. Angka ini ditargetkan meningkat di tahun berikutnya pada 2023 menjadi 743 ribu bph.

Adapun, pada 2024 nanti lifting minyak dipatok sebesar 743 ribu bph atau sama dengan tahun 2023 dan tidak lebih tinggi dari target tahun ini. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan penurunan lifting minyak disebabkan penurunan alamiah yang terjadi pada sejumlah lapangan minyak.

"Dari sumur pengembangan yang ada, hanya 3 sumur yang berpotensi menambah hasil lifting," terang Arifin di Gedung Komisi VII awal pekan ini.

Arifin melanjutkan, pasca rampungnya sejumlah proyek migas seperti pengembangan lapangan Ande-ande Lumut dengan target produksi 25 ribu bph dan Indonesia Deepwater Development (IDD) dengan target produksi 23 ribu bph. Lifting diharapkan terdongkrak pada beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Pertamina upayakan transisi alih kelola blok rokan lancar

Selain itu, lifting juga diharapkan terdongkrak lewat produksi minyak proyek abadi Masela pada 2027 sebesar 36 ribu bph.

Arifin memastikan, memasuki tahun 2023 nanti pihaknya juga akan mengupayakan sejumlah opsi demi meningkatkan produksi. "Jadi di 2023 sisanya nanti bagaimana kita bisa percepat (eksplorasi) cekungan-cekungan wilayah kerja yang di kawasan kita," terang Arifin.




TERBARU

[X]
×