kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kementerian PURP akan bangun 300 rumah tahan gempa


Selasa, 17 November 2015 / 16:41 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rumah sehat dan kuat menjadi ide Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun perumahan bagi masyarakat. Melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR berencana akan membangun hunian berteknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di daerah-daerah perbatasan Indonesia sehingga mereka dapat menghuni rumah yang sehat dan kuat.

"Rencananya, kami akan membangun 300 unit rumah berteknologi RISHA pada tahun depan," kata Syarif Burhanuddin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, dari rilis yang diterima KONTAN, Selasa (17/11).

Berdasarkan perhitungan, pembangunan RISHA ini akan menghabiskan biaya sekitar Rp 47 juta di luar harga tanah untuk satu unit rumah tipe 33 meter persegi (m2)

Syarif menambahkan, pemerintah berencana akan membangun hunian berteknologi RISHA ini di daerha Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Teknologi RISHA juga merupakan rumah tahan gempa yang menyesuaikan daerah tersebut yang rawan terhadap gempa.

"Selain tahan gempa, proses pembangunan RISHA relatif lebih cepat dan efisien," klaimnya.

Sayangnya, belum banyak sumber daya manusia (SDM) seperti para tukang dan pengembang perumahan yang mau mempelajari serta menggunakan teknologi RISHA dalam proses pembangunan rumah secara massal. Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada Balitbang Kementerian PUPR untuk lebih mensosialisasikan teknologi tersebut kepada masyarakat luas.

Preadi, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI), mengungkapkan, asosiasi pengembang REI pada dasarnya memberikan dukungan pemerintah terhadap program pembangunan hunian bagi masyarakat di daerah perbatasan.

Namun demikian, pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap teknologi RISHA yang kini dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR. "Di Indonesia memang ada zona gempa yang memerlukan bangunan yang tahan gempa," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×