Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan kecepatan internet nasional. Rata-rata mencapai 100 megabit per detik (Mbps) dalam dua tahun ke depan.
Target tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong peningkatan investasi operator telekomunikasi melalui pengembangan jaringan serat optik, perluasan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit guna menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Selain memperluas cakupan jaringan, Kemkomdigi juga menargetkan akses internet yang lebih merata, dengan harga yang semakin terjangkau bagi masyarakat. Termasuk di daerah pinggiran yang selama ini masih memiliki kendala dan keterbatasan layanan telekomunikasi.
Baca Juga: Bidik Pasar ASEAN, FL Technics Operasikan Fasilitas Pengecatan Pesawat di Bali
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu fondasi penting, dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Menurutnya, konektivitas yang baik itu didorong dengan adanya peningkatan produktivitas masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap masyarakat di berbagai layanan digital.
Kemkomdigi juga terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex). Supaya nantinya pembangunan jaringan mampu menjangkau lebih banyak wilayah. Langkah tersebut dinilai penting karena mampu mengurangi kesenjangan akses internet yang hingga kini masih terjadi di sejumlah daerah.
Pemerintah mengakui terdapat wilayah yang masih mengalami blank spot, termasuk di beberapa daerah di Pulau Jawa. Untuk mengatasi hal tersebut, pembangunan konektivitas dilakukan melalui kombinasi jaringan serat optik, fixed broadband, hingga layanan internet berbasis satelit supaya masyarakat mampu memperoleh layanan yang lebih andal.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap akses internet juga semakin meningkat. Menurut Kemkomdigi, konektivitas kini telah menjadi kebutuhan dasar, bukan sekedar hanya mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan, melainkan juga dalam situasi darurat. Hal ini terbukti ketika saat terjadi bencana menunjukkan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan prioritas masyarakat setelah bantuan logistik.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah. Kami juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek Sekolah Rakyat di Papua Senilai Rp 1,07 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














