kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kemtan: Edukasi perihal asuransi pertanian masih dibutuhkan


Selasa, 07 Agustus 2018 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Petani menanam padi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menjalankan program asuransi pertanian berupa Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Asuransi ini bertujuan untuk melindungi petani.

Meski begitu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan Pending Dadih Permana mengatakan, edukasi terkait asuransi pertanian ini masih sangat perlu dilakukan. Pasalnya, masih banyak petani yang mau mendaftarkan asuransinya ketika sudah mengalami kerugian atau gagal panen.

"Mengubah kesadaran melalui proses edukasi itu penting. Mengubah itu juga tidak semudah membalik telapak tangan," ujar Pending, Senin (6/8).

Pending mengatakan, saat ini pihaknya pun masih terus melakukan penyuluhan dan edukasi terkait asuransi pertanian ini. Menurutnya, pihaknya pun terus mengajak petani untuk mengikuti asuransi pertanian ini.

Tahun ini, target AUTP masih sebesar 1 juta Ha dan target AUTS masih sebesar 120.000 ekor. Menurutnya, belum ada rencana menambah target karena angka ini sudah bisa mencakup wilayah yang sering terkena banjir, kekeringan serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Sementara itu, berdasarkan data PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), hingga Juni tahun ini, realisasi AUTP sudah mencapai 330.735 ha dan realisasi AUTS sebesar 59.992 ekor.

Pending pun menerangkan, kebanyakan petani memang banyak yang baru mendaftar asuransi pertanian pada September dan Oktober.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×