kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Kenaikan cukai SKT belum lindungi pekerja


Kamis, 12 November 2015 / 21:39 WIB
Kenaikan cukai SKT belum lindungi pekerja


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Risiko PHK masih menghantui tenaga kerja industri rokok. Dengan kenaikan tarif cukai SKT golongan 1 lebih dari 11 %, dipastikan industri akan kewalahan.

Sudarto Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman) mengatakan, saat ini anggota FSP RTMM banyak bekerja di industri SKT golongan 1 dan 2. "Jumlahnya ratusan ribu orang," katanya, Kamis (12/11).

Kenaikan ini dipastikan akan membebani industri dan pada akhirnya akan ada PHK besar-besaran. Sudarto mengingatkan, pada kenaikan rata-rata 7 sampai 9 % saja, terjadi pemutusan hubungan kerja puluhan ribu orang dalam kurun waktu 5 tahun. "Apalagi kanaikannya sebesar 11,4 %," lanjutnya.

Sudarto menggambarkan, industri SKT golongan 1 mempunyai tenaga kerja hampir 140 ribu jiwa. Dengan adanya kenaikan harga per batang rokok tentu akan mempengaruhi produksi. Akibatnya tenaga kerja pun akan dikurangi.

Menurut Sudarto, pemerintah belum benar-benar serius melindungi tenaga kerja industri rokok. Ia setuju SKT golongan 3 tidak diberlakukan kenaikan, tapi SKT golongan 1 dan 2 harus mendapatkan perlindungan yang setara dengan golongan 3. "Yang banyak tenaga kerjanya justru golongan 1," lengkapnya.

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun juga menyatakan ketidakpuasannya atas tarif cukai rokok tahun 2016.

“Saya tidak puas terhadap cukai segmen SKT golongan 1 karena dalam proses kerjanya banyak melibatkan koperasi masyarakat sebagai penerima pekerjaan linting rokok yang melibatkan banyak tenaga kerja,” ujarnya di Gedung DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×