kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Kenaikan cukai SKT belum lindungi pekerja


Kamis, 12 November 2015 / 21:39 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Risiko PHK masih menghantui tenaga kerja industri rokok. Dengan kenaikan tarif cukai SKT golongan 1 lebih dari 11 %, dipastikan industri akan kewalahan.

Sudarto Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman) mengatakan, saat ini anggota FSP RTMM banyak bekerja di industri SKT golongan 1 dan 2. "Jumlahnya ratusan ribu orang," katanya, Kamis (12/11).

Kenaikan ini dipastikan akan membebani industri dan pada akhirnya akan ada PHK besar-besaran. Sudarto mengingatkan, pada kenaikan rata-rata 7 sampai 9 % saja, terjadi pemutusan hubungan kerja puluhan ribu orang dalam kurun waktu 5 tahun. "Apalagi kanaikannya sebesar 11,4 %," lanjutnya.

Sudarto menggambarkan, industri SKT golongan 1 mempunyai tenaga kerja hampir 140 ribu jiwa. Dengan adanya kenaikan harga per batang rokok tentu akan mempengaruhi produksi. Akibatnya tenaga kerja pun akan dikurangi.

Menurut Sudarto, pemerintah belum benar-benar serius melindungi tenaga kerja industri rokok. Ia setuju SKT golongan 3 tidak diberlakukan kenaikan, tapi SKT golongan 1 dan 2 harus mendapatkan perlindungan yang setara dengan golongan 3. "Yang banyak tenaga kerjanya justru golongan 1," lengkapnya.

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun juga menyatakan ketidakpuasannya atas tarif cukai rokok tahun 2016.

“Saya tidak puas terhadap cukai segmen SKT golongan 1 karena dalam proses kerjanya banyak melibatkan koperasi masyarakat sebagai penerima pekerjaan linting rokok yang melibatkan banyak tenaga kerja,” ujarnya di Gedung DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×