kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kenaikkan TDL picu harga serat fiber melambung


Jumat, 16 Mei 2014 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. Film Kim Ji Young: Born 1982, merupakan film dari Korea dibintangi Gong Yoo dan Jung Yu Mi yang ceritakan tentang perjuangan ibu.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kenaikkan tarif dasar listrik membuat harga jual serat fiber naik US$ 20 sen-US$ 25 sen per kilogram (kg) atau naik 13,33%.

Redma Gita Wiraswasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (Apsyfi) mengatakan, saat ini harga jual serat fiber sekitar US$ 1,5 per kg.

"Jadi karena kenaikkan TDL, harga serat fiber menjadi US$ 1,7 per kg," ujar pria yang akrab disapa Gita ini pada KONTAN, Jumat (16/5).

Ia menjelaskan, bahwa listrik mengantongi 20%-25% dari beban produksi. Kenaikkan tersebut turut mengerek beban produksi, sehingga industri harus menaikkan harga jual mereka.

Ia mengatakan, kenaikkan harga itu baru mulai dilaksanakan pada kuartal ketiga nanti. "Listriknya kan baru naik awal Mei, kami hitung, jadi mungkin baru efektif naik kuartal ketiga," ujar Gita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×