kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kerjakan 4 proyek, Rekind optimistis raup kontrak penjualan US$ 700 juta


Selasa, 23 Agustus 2011 / 15:06 WIB
Kerjakan 4 proyek, Rekind optimistis raup kontrak penjualan US$ 700 juta
ILUSTRASI. Asing banyak mengobral saham-saham ini saat IHSG melesat kemarin


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Rekayasa Industri (Rekind) optimistis meraup kontrak penjualan sebesar US$ 700 juta pada tahun ini. Jumlah ini lebih besar ketimbang kontrak penjualan tahun lalu. Pada tahun lalu, BUMN yang bergerak dalam bidang rancang bangun dan rekayasa industri ini hanya mampu meraih kontrak sebesar US$ 350 juta.

"Hingga semester pertama ini kontrak penjualan kita masih dalam jalur yang benar. Semoga hingga akhir tahun bisa sesuai target," ujar Direktur Utama Rekind, Ali Suharsono, Senin Malam (23/8).

Beberapa kontrak yang sudah didapatkan adalah proyek EPC Asam Fosfat Gresik, Proyek Dayung milik Conoco Philips, dan proyek Floating Storage Receiving Terminal di Belawan.

Terbaru, kata Ali, Rekind juga mendapatkan proyek di luar negeri. Rekind baru saja memenangkan tender untuk pembuatan pabrik EPC urea amonia milik Petronas di Malaysia. Untuk proyek pembangunan urea amonia di Malaysia ini, Rekind membentuk konsorsium dengan perusahaan asal Jepang, Mitsubishi. Nilai Proyek ini sebesar US$ 1 miliar.

"Rekind dengan Mistubishi masing-masing dapat 50%. Sehingga dari proyek ini saja, kami bisa mendapatkan dana US$ 500 juta," lanjut Ali.

Selain mengerjakan proyek EPC, untuk tahun ini, Rekind juga akan membangun jaringan pipa gas Cirebon-Semarang dan Semarang-Gresik. Rencananya, pipa gas yang dibangun Rekind ini akan menyambung pipa gas dari Jawa ke Sumatera. "Nilai investasinya sekitar US$ 400 juta," ungkap Ali.

Direktur Usaha Rekind, Nicke Widyawati mengungkapkan, selain mengerjakan proyek EPC, untuk tahun-tahun depan, Rekind berniat untuk berinvestasi dalam sektor energi khususnya panas bumi. Jika sebelumnya Rekind hanya sebagai kontraktor EPC-nya, Rekind berniat untuk menjadi independent power producer (IPP). "Kami sudah memenangkan untuk panas bumi di Cisolok-Sukarame," ujar Nicke.

Di proyek Cisolok-Sukarema, Rekind membentuk perusahaan patungan dengan BUMD Jawa Barat. Nilai investasi untuk proyek tersebut adalah US$ 124 juta. Rekind berencana untuk mengembangkan pembangkit listrik panas bumi 1x40 megawatt (MW). Direncanakan pembangkit listrik panas bumi akan akan beroperasi pada 2014.

"Berdasarkan survey terbaru, ternyata potensi di Cisolok Sukarame itu bisa mencapai 140 MW. Setelah 40 MW kita akan kembangkan hingga menjadi 3x40 MW," jelas Nicke.

Beberapa proyek energi yang saat ini dikerjakan oleh Rekind adalah Proyek Jambi Merang, PLTU Suralaya, Proyek Bioethanol Lampung, Proyek Methanol di Brunei, Proyek Oyong Santos, PLTU Sumatera Barat 2 x 112 MW dan Ammonium Nitrat. Terbaru, Rekind juga memenangkan tender EPC Proyek Balongan milik Pertamina dengan total nilai US$ 240,6 juta. Rekind juga mengerjakan Terminal LPG Pertamina Depot Panjang, Lampung dan proyek Geothermal Lahendong di Sulawesi Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×