kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kerugian Hero Supermarket (HERO) membengkak 173%


Rabu, 11 Agustus 2021 / 13:34 WIB
Kerugian Hero Supermarket (HERO) membengkak 173%
ILUSTRASI. Sejumlah anak bermain bola di tempat parkir Supermarket Giant Ekstra di Kreo, Tangerang, Minggu (1/8/2021).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan rugi bersih sebesar Rp 550,8 miliar di semester pertama 2021. Kerugian ini membengkak 172,67% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sekitar Rp 202 miliar. Selain itu, HERO juga mencatat biaya non-recurring sebesar Rp 537 miliar yang timbul akibat restrukturisasi bisnis Giant. 

Berdasarkan kinerja keuangan yang diakses melalui halaman Bursa Efek Indonesia (BEI), HERO mencatat penurunan pendapatan bersih menjadi Rp 3,6 triliun atau turun 26% dari sebelumnya sebesar Rp 4,9 triliun. 

Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat turun menjadi Rp 2,6 triliun dari sebelumnya Rp 3,6 triliun pada semester pertama 2020. Penurunan ini juga membuat laba kotor turun dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1 triliun di semeter pertama 2021. 

Baca Juga: Hero Supermarket (HERO) pastikan gerai keempat IKEA beroperasi di akhir 2021

Patrik Lindvall, Presiden Direktur HERO mengungkapkan, kinerja keuangan bisnis inti ritel groseri Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif karena pandemi maupun restrukturisasi yang telah diumumkan. 

Hal itu lantaran sebagai dampak dari pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan penutupan atau pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini. 

“Akibatnya, hal ini secara material mempengaruhi kinerja hypermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar. Optimalisasi ruang usaha yang berkelanjutan juga mempengaruhi kinerja pertumbuhan penjualan,” ujar dia dalam siaran pers, Rabu (11/8). 

Baca Juga: Menanti Transformasi Bisnis Ritel

Meski demikian, raihan penjualan Guardian Health & Beauty tercatat meningkat secara signifikan pada kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama 2021 karena pola belanja pelanggan secara bertahap normal kembali. Laba underlying juga meningkat pada semester pertama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun dia bilang, Hero juga terus menghadapi tantangan yang cukup signifikan pada semester pertama tahun 2021 akibat pandemi, terkait penerapan PPKM dan perubahan pola belanja pelanggan. 

Sehingga setelah tinjauan strategi bisnis yang mendalam, pada bulan Mei Hero mengumumkan bahwa akan mengubah pendekatan perdagangannya dengan meningkatkan investasi pada bisnis IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket serta beralih dari merek Giant. Perubahan strategi ini merupakan respons yang menentukan dan diperlukan guna menghadapi dinamika pasar yang berubah.

“Total penjualan IKEA tumbuh terutama karena pembukaan toko ketiga IKEA Indonesia di Bandung pada kuartal pertama,” tambahnya. 

Baca Juga: Resmi pamit, seluruh gerai Giant tutup permanen mulai hari ini

Meski demikian, Patrik memperkirakan tahun 2021 masih akan tetap penuh tantangan. Hal itu karena jangka waktu pandemi yang belum dapat di pastikan serta sejauh mana dampaknya terhadap Hero yang masih belum dapat diperkirakan. 

Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen pada bisnis ritelnya di Indonesia dan memiliki keyakinan kuat akan posisinya sebagai peritel kompetitif yang solid dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Gerai Giant ditutup, simak rencana Hero Supermarket (HERO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×