CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kini, giliran Mendag kecewa kepada pedagang sapi


Rabu, 17 Juli 2013 / 13:41 WIB
ILUSTRASI. HEPA filter merupakan jenis filter yang banyak digunakan di air purifier.


Sumber: kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku cukup kecewa dengan para pedagang atau pengusaha sapi, karena tidak segera menurunkan harga daging.

"Kami cukup kecewa dengan pedagang atau pengusaha sapi yang sudah diberikan alokasi dan akselerasi alokasi yang mana mereka sudah mendapatkan 109.000 ekor tapi masih belum bukan hanya memotong secara cepat tapi belum menurunkan harga," kata Gita di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (17/7/2013).

Gita juga menyatakan bahwa para pedagang atau pengusaha sapi itu masih menjual ke rumah pemotongan hewan (RPH) dengan harga yang cukup tinggi. "Mereka masih menjual ke RPH dalam bentuk karkas kurang lebih harga Rp. 37.000 per kilogram. Mereka masih bisa menurunkan harga," lanjutnya.

Untuk mengatasinya, maka pemerintah memutuskan untuk melakukan impor daging sapi. Tujuannya adalah untuk menciptakan stabilitas harga. "Oleh karena itu kami mengambil sikap untuk mendatangkan pasok dalam bentuk sapi siap potong," kata Gita.

Harga daging sapi mengalami lonjakan, bahkan hingga menembus angka Rp.100.000. Untuk menstabilkan harga, pemerintah mengimpor daging sapi sebanyak 3.000 ton. Pemerintah menargetkan harga daging dapat ditekan hingga Rp. 75.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×