kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

KKP anggarkan Rp 106 miliar untuk garam rakyat


Selasa, 28 Februari 2012 / 11:10 WIB
KKP anggarkan Rp 106 miliar untuk garam rakyat
ILUSTRASI. Papan elektronik yang menunjukkan informasi IPO perdana Big Hit Entertainment di Korea Exchange di Seoul, Korea Selatan, 15 Oktober 2020. (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Reporter: Ayu Utami Larasati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menganggarkan dana sebesar Rp 106 miliar untuk program pemberdayaan garam rakyat.

Sudirman Saad, Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau -Pulau Kecil (KP3K) KKP memaparkan, KKP menargetkan produksi garam 1,3 juta ton dukungan program ekstensifikasi lahan seluas 16.500 hektare (ha).

“Sekitar Rp 80 miliar akan dipakai untuk bantuan langsung kepada 29.000 petani garam” kata Sudirman di Jakarta, Senin (27/2).

Data dari KKP menyebutkan, tahun 2010 produksi garam nasional hanya tercatat sebesar 30.000 ton, kemudian tahun 2011 produksi garam naik menjadi 1,1 juta ton.

“Tahun 2011, program pemberdayaan garam rakyat dilaksanakan di 40 Kabupaten/Kota dengan anggaran Rp 90 miliar,” kata Yulistyo Mudho, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi KKP.

Karena program tersebut dinilai efektif, KKP memutuskan untuk melanjutkan program pemberdayaan garam rakyat itu tahun ini.

Tahun lalu, seluas 10.967 ha lahan rakyat yang mendapat program ekstensifikasi dari pemerintah. Hasilnya, produktivitas garam, rakyat naik menjadi menjadi 73,3 ton per ha.

“KKP memberdayakan 15.042 orang petambak garam dan meningkatkan pendapatan petambak garam rakyat 15%,” terang Yulistyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×