kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

KKP Bakal Buka Tambak Udang Seluas 1.800 Hektare di NTT


Rabu, 07 Juni 2023 / 17:10 WIB
KKP Bakal Buka Tambak Udang Seluas 1.800 Hektare di NTT
ILUSTRASI. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KEBUMEN. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membuka tambak udang berbasis budidaya sekaligus memenuhi standard practises global di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas 1.800 hektare di tahun ini. Adapun proyek ini sedang dalam proses tender.

“Nanti juga yang akan membangun satu kawasan yang sangat besar di Indonesia timur dengan berbagai macam syarat dan kriteria,” ujar Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Kebumen, Selasa (6/6).

Ia bilang, salah satu kriteria dari tambak udang yang sesuai standard practises tersebut adalah harus berada di wilayah yang sangat bersih. Selain itu tidak terkontaminasi dengan industri dan permukiman warga sehingga ini menjadi alasan terpilihnya Waingapu.

Karena apabila kawasan tambak dekat dengan permukiman, maka udang budidaya akan sangat rentan dengan serangan penyakit.

Baca Juga: Tahun Ini, KKP akan Kembangkan Proyek Budidaya Modelling Rumput Laut 400 Hektare

Proyek ini bagian dari program yang ditargetkan di pemerintahan Presiden Jokowi.

“Saya ingin mengejar target yang diberikan pemerintah. Pada waktu saya ditetapkan jadi Menteri KKP itu ada satu target di 2024, yakni mencapai produksi udang nasional 2 juta ton,” kata Trenggono.

Trenggono memperkirakan, dengan luas lahan tambak 1.800 hektare di Waingapu, optimumnya hasil panen udang bisa mencapai kurang lebih 100.000 ton per tahun.

Ia bilang, udang merupakan satu komoditas yang punya valuasi sangat besar. “Jadi kalau kita bisa mengambil 10% saja itu sudah US$ 2,5 miliar jadi ya kita akan kejar,” tandasnya.

Baca Juga: Pengusaha Usul Kepulauan Riau Jadi Pilot Project Pengelolaan Tata Niaga Pasir Laut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×