kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun pada 2026


Jumat, 06 Maret 2026 / 16:46 WIB
KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun pada 2026


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia pada 2026.

Program ini digulirkan untuk memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Target tersebut meningkat tajam dibandingkan pembangunan pada 2025 yang mencapai 100 kampung nelayan. Menurut Trenggono, sebagian besar proyek tahun lalu sudah hampir rampung dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baca Juga: KKP Pastikan Pengawasan Ketat Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih

“Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan pembangunan tahun 2025 yang mencapai 100 titik kampung nelayan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, dari 100 lokasi yang dibangun pada 2025, sebagian besar sudah selesai. Saat ini masih tersisa sekitar 35 titik yang masih dalam tahap pembangunan.

Pada 2026, pemerintah akan memperluas skala program dengan pembangunan 1.000 kampung nelayan secara serentak. 

Fokus pembangunan diarahkan terutama ke wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi kelautan besar, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor dasar, khususnya desa dan komunitas nelayan. Dengan infrastruktur yang lebih modern, pemerintah berharap aktivitas penangkapan dan distribusi hasil laut menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Prabowo Bakal Bebaskan Kampung Nelayan Merah Putih Lakukan Ekspor Mandiri

“Kalau produktivitas meningkat, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat,” ujar Trenggono.

Dalam program ini, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, tempat pendaratan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), kios kuliner, hingga kantor pengelola. Fasilitas tersebut dirancang untuk memperlancar proses penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Trenggono menilai sejumlah fasilitas yang telah dibangun sudah cukup baik, meski masih memerlukan penyempurnaan agar aktivitas nelayan menjadi lebih efisien.

“Pembangunannya cukup baik, ada beberapa yang perlu diperbaiki agar semakin memudahkan aktivitas nelayan,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan kerja ke lapangan juga dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Pada Kamis (5/3/2026), Trenggono meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Baca Juga: KKP Perkuat Pengelolaan Rantai Dingin di Kampung Nelayan Merah Putih

Dalam kunjungan tersebut, para nelayan menyambut positif pembangunan fasilitas baru di kawasan kampung nelayan. Mereka menilai penataan kawasan dan infrastruktur yang lebih rapi memudahkan aktivitas melaut dan pengelolaan hasil tangkapan.

“Sangat senang sekali ada bangunan ini, sekarang lebih tertata dan rapi,” kata Sodikin, nelayan setempat.

Meski demikian, para nelayan masih mengusulkan tambahan fasilitas seperti area parkir sepeda motor, gudang mesin kapal, serta perbaikan jalur keluar-masuk kapal agar aktivitas di pelabuhan nelayan semakin lancar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×