kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kokohkan industri baja nasional, pemerintah akan kurangi impor dan memacu utilisasi


Rabu, 12 Februari 2020 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah akan fokus terhadap peningkatan utilisasi industri-industri baja nasional. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.


Reporter: | Editor: Handoyo

“Selanjutnya, kita harus melihat gambaran umum dari data tata niaga baja itu sendiri. Jadi, dari data statistik yang kami miliki, sebetulnya industri baja nasional itu bisa menyuplai sampai 70% dari kebutuhan dalam negeri kalau bisa ditingkatkan kapasitasnya. Sedangkan, sisa 30% memang belum ada industrinya di dalam negeri,” lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi: Tiga hal harus dilakukan untuk memenuhi bahan baku industri baja dan besi

Pihaknya juga telah memutuskan bahwa slag tidak lagi dianggap sebagai limbah. Sebab, hanya ada dua negara di dunia yang melihat slag itu sebagai limbah, yakni Indonesia dan Belgia. Berdasarkan penilaian dari Evironment Protection Energy (EPA), slag dari baja dan besi tidak membahayakan.

Selain itu, relaksasi impor untuk scrap logam akan dilakukan karena industri dalam negeri membutuhkannya sebagai bahan baku dan mendukung hilirisasi. "Saat ini, kebutuhan scrap mencapai 9 juta ton, yang dapat mendukung produksi billet sebesar 4 juta ton per tahun," katanya.

Penggunaan scrap dinilai akan berdampak positif terhadap beberapa aspek, antara lain menghemat defisit neraca sekitar US$ 100 per ton. Apabila produksinya bisa mencapai 4 juta ton per tahun, kata Menperin, pihaknya memiliki opportunity loss bagi industri dalam negeri sekitar US$ 400 juta per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×