kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Komisi XII Jelaskan Alasan Pemerintah Tetapkan Target Lifting Migas di RAPBN 2027


Selasa, 18 Agustus 2026 / 16:45 WIB
Komisi XII Jelaskan Alasan Pemerintah Tetapkan Target Lifting Migas di RAPBN 2027
ILUSTRASI. Harga Minyak - Kilang (REUTERS/Oscar Martinez)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan target lifting minyak bumi dan menurunkan target lifting gas bumi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. 

Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah yang realistis guna menjaga kemandirian energi nasional di tengah berbagai tantangan teknis operasional di lapangan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha mengungkapkan, penetapan target lifting minyak bumi sebesar 610.000 barel per hari (bopd) pada 2027 sudah memperhitungkan kondisi sumur-sumur yang ada. Meskipun ada peningkatan produksi dari sumur baru maupun sumur rakyat, penurunan alami pada sumur-sumur tua masih terus terjadi.

Baca Juga: DEN: Target Lifting Migas RAPBN 2027 Realistis, Perizinan Jadi Tantangan

"Terkait target lifting 2027 di level 610.000 barel per hari, sebenarnya hampir setiap hari ada laporan peningkatan lifting dari beberapa sumur termasuk sumur rakyat. Namun, banyak juga sumur-sumur lama yang mengalami penurunan produksi dikarenakan kondisi alam dan kejenuhan sumur itu sendiri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (18/8/2026).

Sementara itu, Syarif menilai, penurunan target lifting gas bumi dari 984.000 boepd pada APBN 2026 menjadi 954.000 boepd dalam RAPBN 2027 dipicu oleh gangguan infrastruktur distribusi. 

Dia menjelaskan bahwa perbaikan sarana transportasi gas saat ini masih terus berjalan di beberapa titik strategis guna menunjang kelancaran pasokan.

"Untuk gas alam, terjadi penurunan target dikarenakan ada beberapa pipa distribusi yang mengalami kebocoran dan terbakar, sehingga saat ini masih dilaksanakan perbaikan. Salah satu contoh peristiwa tersebut adalah kerusakan pada pipa gas yang berada di wilayah Riau," jelasnya.

Syarif menegaskan penetapan target ini tidak akan mengganggu laju sektor usaha karena skema kebijakan energi nasional tetap memprioritaskan kebutuhan domestik. Menurutnya, pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi bagi industri lokal melalui skema Compressed Natural Gas (CNG) serta perluasan jaringan gas rumah tangga.

"Kalau untuk dampak terhadap dunia bisnis, hampir tidak ada karena kebijakan pemerintah saat ini lebih berpihak kepada dunia usaha. Contohnya gas yang diprioritaskan dahulu suplai untuk kebutuhan dalam negeri dengan program CNG untuk industri dan jargas untuk masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Syarif optimis target lifting minyak dan gas pada RAPBN 2027 dapat terealisasi dengan baik. Bahkan produksi gas bumi berpeluang melampaui target APBN jika penanganan infrastruktur berjalan lancar dan tidak ada gangguan force majeure di wilayah kerja migas.

"Target optimis tercapai sepanjang tidak adanya kejadian-kejadian luar biasa seperti bencana atau kecelakaan kerja. Namun khusus untuk gas, sangat memungkinkan untuk melampaui target APBN nantinya jika proses perbaikan dan penyaluran melaju sesuai dengan rencana," pungkasnya.

Baca Juga: GAPKI Soroti Rencana Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×