kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur dan Inovasi Sanitasi Berkelanjutan


Selasa, 28 April 2026 / 18:52 WIB
LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur dan Inovasi Sanitasi Berkelanjutan
ILUSTRASI. LIXIL di ARCH.ID (dok/LIXIL)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. LIXIL memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi arsitek, developer, dan desainer interior melalui berbagai inisiatif kolaboratif lintas disiplin. Upaya ini membuka ruang pertukaran wawasan sekaligus mendorong sinergi agar pelaku industri dapat tumbuh bersama.

Perusahaan menegaskan bahwa kualitas ruang hidup kini menuntut integrasi desain, riset, inovasi, dan pemahaman keberlanjutan, tidak lagi bisa dibangun secara terpisah.

“Kolaborasi menjadi standar baru dalam membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik, mulai dari aspek lingkungan hingga kesejahteraan masyarakat,” ujar Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia dalam keterangannya, Selasa (28/4/026).

LIXIL menempatkan kesehatan dan sanitasi sebagai prioritas utama dengan meningkatkan akses sanitasi bagi 103 juta orang di dunia, di tengah 3,4 miliar orang yang masih belum terlayani. Upaya ini berdampak pada kualitas hidup sekaligus ekonomi, dengan setiap US$1 investasi sanitasi berpotensi menghasilkan US$5.

Baca Juga: LIXIL Dorong Kolaborasi demi Melahirkan Standar Baru Hunian Berkelanjutan

Komitmen tersebut diperkuat LIXIL dengan berpartisipasi dalam pameran ARCH:ID 2026 menghadirkan paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle”. Paviliun ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk menghadirkan eksplorasi tentang relasi air, sanitasi, dan sejarah perkotaan dalam pengalaman ruang yang edukatif.

Paviliun itu ditujukan mengedukasi publik lewat pendekatan visual dan lanskap berkelanjutan serta forum diskusi desain berbasis data lingkungan. Paviliun ini meraih Best Booth Award dan menjadi salah satu sorotan pameran.

Paviliun OASE dikembangkan LIXIl bersama Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio,  Founder Mamostudio, Adi Purnomo, menyebut OASE lahir dari upaya merespons isu air dan ruang hidup secara lebih terbuka dan partisipatif. Kolaborasi dengan LIXIL dinilai sejalan sejak awal dan berkembang menjadi ruang diskusi yang lebih luas.

Ia juga mengapresiasi LIXIL yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi memfasilitasi pertukaran gagasan berbasis riset. Menurutnya, pendekatan ini menunjukkan bahwa arsitektur dapat berkembang melalui dialog lintas disiplin sekaligus merefleksikan kepedulian terhadap isu perkotaan.

Baca Juga: WIKA Teken Kontrak Proyek CWIP-03 Nipah Kuning B, Perkuat Sistem Sanitasi Pontianak
 
Sementara Novita Anggraini  Researcher Labtek Apung, menjelaskan, riset dalam paviliun ini dikembangkan secara lintas disiplin, melibatkan ilmu kimia, lingkungan, sejarah, arkeologi, hingga perencanaan kota, dan didukung LIXIL agar dapat diakses publik lebih luas.

Riset tersebut menyoroti krisis banjir dan wabah di Batavia era VOC akibat buruknya sanitasi, yang mendorong perubahan tata kota dari Old ke New Batavia. Temuan ini menunjukkan bahwa sanitasi berperan besar dalam membentuk tatanan sosial.

Sejak dimulai pada 2015 dan sempat dipresentasikan di forum internasional, riset ini kini dihadirkan ke publik Indonesia melalui paviliun sebagai ruang refleksi atas perjalanan peradaban dan respons terhadap isu air dan sanitasi.

LIXIL juga menegaskan kolaborasi lintas disiplin sebagai kunci inovasi, melalui program LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) yang telah berjalan sejak 2019.

Baca Juga: Kohler Rilis Seri Baru Toilet Pintar di Pameran ARCH:ID 2026, Harganya Rp 40 Jutaan

LADC 2026  akan berlangsung 18 Mei–5 Juli 2026 dan mengajak arsitek mengeksplorasi desain sebagai proses kolaboratif lintas budaya dan gagasan. Penjurian dilakukan dalam dua tahap untuk memilih lima finalis sebelum menentukan pemenang utama.

Sedangkan LDAD 2026 akan digelar pada 12 Agustus 2026 di Jakarta sebagai forum terbuka bagi arsitek, desainer, dan mahasiswa, menghadirkan pembicara nasional dan internasional untuk memperkuat diskusi arsitektur.

“Seluruh inisiatif ini dirancang sebagai ruang berkelanjutan untuk membentuk cara pandang arsitektur yang lebih adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan masa depan.” pungkas Arfindi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×