kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kondisi alam menantang, satelit masih menjadi andalan infrastruktur telekomunikasi


Kamis, 10 Juni 2021 / 22:39 WIB
Kondisi alam menantang, satelit masih menjadi andalan infrastruktur telekomunikasi
ILUSTRASI. Roket Ariane 5 yang membawa satelit Telkom 3S dipersiapkan menempati titik luncur di fasilitas milik Arianespace, Kourou, Guyana Perancis, Senin (13/2). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/17.

Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhirnya layanan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, baik suara maupun data di Jayapura dan sekitarnya telah kembali normal. Proses penyambungan kabel laut dari arah Biak/Sorong dan arah Jayapura selesai dilakukan. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate menjelaskan, gangguan jaringan telekomunikasi di Papua disebabkan putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak - Jayapura.  Menurutnya, gangguan infrastruktur telekomunikasi tersebut disebabkan karena faktor alam. 

Putusnya jalur kabel serat optik Biak - Jayapura ini bukan kali pertama. Berdasarkan catatan yang ada di Kominfo, putusnya jalur SKKL Biak - Jayapura sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil evaluasi, faktor utama adalah faktor alam.

Melihat masih seringnya kabel serat optik putus dan kondisi geografis Indonesia, Muhammad Farhan, Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem menilai, industri telekomunikasi melalui satelit masih menjadi industri sangat strategis. Apalagi layanan kabel laut dan seluler di Indonesia sampai saat ini belum menjangkau setiap daerah di Papua. Dengan satelit cakupan untuk menyediakan layanan telekomunikasi akan semakin luas dan mudah.

Demografi di Papua yang sangat menantang berupa perbukitan dan hutan. “Sehingga layanan Satelit masih menjadi kebutuhan yang sangat krusial dalam meningkatkan inklusi layanan digital,” kata Farhan, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6). 

Farhan meminta agar industri satelit nasional menjadi perhatian pemerintah. Satelit tak hanya untuk kebutuhan basic telekomunikasi. Tetapi untuk pengawasan pesawat, kapal-kapal yang beroperasi di wilayahIndonesia serta untuk kegiatan militer.

Saat ini teknologi satelit dapat juga untuk mengawasi pesawat dan memobilisasi pasukan. “Dengan teknologi Integrated Communications Control System (ICCS), kita dapat mengontrol dan memobilisasi pergerakan pasukan dengan menggunakan satelit. Sehingga sampai kapanpun satelit masih sangat dibutuhkan," terang Farhan.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×