kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Konferensi Kakao Internasional digelar di Bali


Kamis, 15 Mei 2014 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Pelaku usaha menyatakan belum siap jika ekspor bijih atau bahan mentah bauksit akan dilarang pada Juni 2023. (KONTAN/Dimas Andi Shadewo)


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sebagai negara yang berperan penting dalam menyediakan pasokan kakao dunia, Indonesia berperan aktif dalam forum–forum yang bersifat domestik dan internasional. Salah satu  kegiatan rutin yang diikuti selama ini adalah Konferensi Kakao Internasional.  

Konferensi Kakao Internasional diselenggarakan untuk ke-6 kalinya dan pada tahun ini berlangsung pada 15–16 Mei 2014 di Nusa Dua, Bali. Tujuan dari konferensi kali ini ialah  memberdayakan para petani kecil dalam mendukung keberlanjutan industri kakao. 

Pemerintah Indonesia sebagai pemain terkemuka diindustri kakao global dan telah mampu menempatkan diri untuk memprioritaskan dan fokus terhadap aspek keberlanjutan industri sejalan   dengan kesejahteraan petani kakao.

"Tugas utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani kakao ialah mendukung peningkatan produktivitas para petani melalui peningkatan praktik pertanian kakao secara berkelanjutan," jelas  Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dalam siaran persnya, Kamis (15/5). 

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan pendapatan nasional melalui sisi ekspor, salah satunya dengan meningkatkan kehadiran kakao Indonesia di pasar internasional. Indonesia  tidak hanya mengekspor biji kakao guna membantu pemenuhan kebutuhan global, namun juga mendorong ekspor produk olahan yang masih memiliki potensi luar biasa di pasar global, terutama  produk kakao seperti biji kakao yang difermentasi (fermented beans), coklat bubuk (cocoa powder), dan minuman keras (liquors). 

Kebijakan perdagangan, terutama aturan pajak ekspor yang sangat kondusif telah memberikan insentif  bagi para petani dan produsen kakao untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas   berdasarkan praktik terbaik internasional, serta menarik investor global dalam 3-5 tahun terakhir. 

Hasilnya, industri kakao Indonesia merupakan salah satu sektor yang dapat dibanggakan karena telah berhasil mempromosikan ekspor bernilai tinggi dan menyeimbangkan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×