kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.744   76,00   0,43%
  • IDX 6.090   -5,34   -0,09%
  • KOMPAS100 802   -2,62   -0,33%
  • LQ45 613   -3,43   -0,56%
  • ISSI 214   -0,21   -0,10%
  • IDX30 351   -1,34   -0,38%
  • IDXHIDIV20 434   -5,28   -1,20%
  • IDX80 93   -0,26   -0,28%
  • IDXV30 121   -0,50   -0,41%
  • IDXQ30 114   -1,63   -1,41%

Kuartal III, Pertumbuhan Industri Terganjal TDL


Jumat, 06 Agustus 2010 / 07:20 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Perekonomian yang pulih nyatanya ikut mendorong pertumbuhan industri nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga kuartal II tahun ini, industri pengolahan besar dan sedang tumbuh sebesar 4,27% dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditengarai masih akan terus berlanjut hingga kuartal III tahun ini.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian (Kemprin) Dedi Mulyadi mengatakan, meski masih akan tumbuh, namun pertumbuhan industri di kuartal III ini akan sedikit terhambat oleh dampak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

"Industri pengolahan besar dan sedang kuartal III diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,4% - 4,5%," ujar Dedi, Kamis (6/8).

Beberapa sektor industri masih akan mengalami peningkatan produksi karena adanya puasa dan lebaran. "Untuk kuartal III, yang pertumbuhannya naik antara lain sektor tekstil dan pakaian jadi," ujarnya.

Tetapi, kenaikan di sektor tekstil dan pakaian jadi tersebut juga tidak akan tinggi. Pasalnya, hingga saat ini pertumbuhan industri TPT juga masih negatif.

Hingga kuartal II 2010 pertumbuhan industri tekstil masih mencatatkan penurunan sebesar 4,26%. Dedi menghitung, kuartal III nanti industri tekstil akan sedikit meningkat meski belum bisa mencapai angka pertumbuhan yang positif.

Hingga kuartal II tahun ini, pertumbuhan industri yang sebesar 4,27% diantaranya dikontribusi oleh sektor kendaraan bermotor yang tumbuh 26,15%, sektor alas kaki dan kulit sebesar 11,65% dan sektor makanan minuman yang naik 4,8%.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×