kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Laba PGN terus tergerus, ini penyebabnya versi analis


Senin, 19 Maret 2018 / 22:27 WIB
ILUSTRASI. Pengecekan Saluran Pipa Gas oleh Petugas PGN


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

Selain itu PGN juga banyak mendukung program pemerintah untuk kepentingan nasional, diantaranya menurunkan harga gas industri di Medan, Surabaya, Cirebon dan beberapa kawasan industri lainnya. Tahun lalu, PGN juga mampu menambah 114 pelanggan industri, di saat perusahaan hilir gas bumi lain mengeluhkan pasar gas sudah jenuh; serta menjalankan penugasan pemerintah membangun 26 ribu jaringan gas untuk pelanggan rumah tangga di Lampung, Musi Banyuasin, Mojokerto, dan Rusun Kemayoran Jakarta.

"Pelaku pasar harusnya bisa membedakan antara emiten rugi atau yang labanya turun. Kalau hanya laba yang turun, sebenarnya perusahaan tersebut masih bagus karena bisa bertahan dengan margin yang dia peroleh. Seperti PGN ini kan masih laba, tapi memang pertumbuhannya turun. Jadi bukan berarti PGN jelek, karena turunnya laba akibat harga jual gasnya dipatok oleh pemerintah," kata Reza.

Prospek PGAS

Reza meminta pelaku pasar tidak terpengaruh faktor eksternal yang mengganggu kinerja suatu emiten. Namun lebih melihat fundamental perusahaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada saham perusahaan itu.

Ia berpendapat, PGN memiliki prospek kinerja yang cerah ke depan. Mengingat pemerintah telah menetapkan agar gas yang menjadi dagangan utama perusahaan, menjadi energi utama pertumbuhan industri menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan demikian, maka permintaan gas ke depan akan terus meningkat.

"Saya melihat ke depannya pemakaian batubara dan BBM akan berkurang, karena pelaku industri terus mencari energi alternatif yang murah dan bersih yang bisa diperoleh dengan menggunakan gas," katanya.

Manajemen PGN juga menurutnya terus melakukan diversifikasi bisnis dengan membentuk PT Saka Energi Indonesia sebagai anak usaha di sektor hulu migas.

"Saka ini merupakan pengembangan bisnis dari PGN yang tidak mau hanya bergantung berjualan gas dari pipa transmisi dan distribusi. Suatu saat dia akan menopang pendapatan dari PGN, saat ini mereka banyak investasi lebih dulu," kata Reza. (Sanusi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ternyata Ini Penyebab Kinerja PGN Tersendat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×