kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Lahan terbakar, BAP tak bisa pasok pulp ke PT OKI


Kamis, 29 Oktober 2015 / 22:14 WIB
Lahan terbakar, BAP tak bisa pasok pulp ke PT OKI


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sejumlah perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper (APP) diperkirakan gagal memenuhi target produksi akibat terbakarnya ribuan lahan akasia siap panen di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. 

Kepala Bagian Bidang Hubungan Eksternal PT Bumi Andalas Permai (BAP) Iwan Setiawan mengatakan, meski angka kerugian belum dihitung, namun kerugian yang diderita cukup besar. Sebab hampir 90% lahan yang dimiliki terbakar.

"Kami memiliki luas lahan akasia mencapai 192.000 hektare, dan hampir 90% terbakar pada kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Saat ini belum bisa dipastikan berapa nilainya, karena tanah masih ada bara apinya dan belum bisa diinjak," kata Iwan dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Menurutnya sejak awal, PT BAP dan lima perusahaan lainnya yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Sebangun Bumi Andalas, dan tiga lagi di Musi Banyuasin yakni PT Rimba Hutani Emas, PT Bumi Persada Permai, dan Tripupa Jaya diproyeksikan untuk memenuhi permintaan PT OKI Pulp And Paper di Ogan Komering Ilir.

Pabrik OKI Pulp And Paper ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2016 dengan mengharapkan suplai sebanyak 3 juta ton pulp, dan menjadi 6 juta ton pulp pada tiga bulan berikutnya dari lima perusahaan tersebut.

Namun, kebakaran lahan yang masuk areal konsesi sejak 9 September telah menghanguskan ribuan hektare lahan akasia siap panen.

Dimana dalam satu hektare saja bisa menghasilkan 200 kubik akasia, padahal 1 ton pulp membutuhkan sektiar 4 ton kayu akasia.

"Kontribusi PT BAP sendiri diharapkan 40% dari kebutuhan OKI Pulp & Paper. Tapi dengan kondisi ini, sudah jelas akan sulit tercapai," ujarnya.

Menurutnya, bukan hanya produksi yang terancam gagal tercapai tapi juga munculnya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja.

PT BAP tercatat memiliki tenaga kerja berjumlah sekitar 700 orang yang sebelumnya diproyeksikan untuk tahapan penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

"Dalam bisnis perkebunan akasia ini, tenaga kerja untuk pemanenan yang banyak dibutuhkan," kata dia.

Iwan mengatakan api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir bermula dari luar konsesi perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×