kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Lamanya bongkar muat lemahkan daya saing pengusaha


Kamis, 13 Maret 2014 / 23:46 WIB
Logo grup PT PP. PTPP dan Waskita Karya (WSKT) Menang Tender Proyek Pembangunan Istana IKN Nusantara


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah boleh saja berencana untuk menggenjot ekspor non migas untuk bisa menutup defisit perdagangan Indonesia. Tapi di lapangan toh masih banyak sekali masalah yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah laporan Ombudsman Republik Indonesia soal penyimpangan proses masa tunggu dan bongkar muat (dwelling time) yang terjadi di empat pelabuhan di Indonesia.

Menurut Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan permasalahan utama adalah kurangnya koordinasi dari beberapa instansi terkait. "Hal itu dapat menyebabkan pemanfaatan celah oleh oknum. Biaya jadi tinggi dan daya saing pengusaha melemah," ujarnya kepada Kontan, Kamis (13/3).

Kelemahan utamanya terjadi dalam soal distribusi barang. Menurut Yugi, solusi yang tepat adalah adanya pelayanan dan birokrasi satu atap. Hal tersebut bisa dilakukan untuk memotong jalur izin birokrasi. Selain itu peraturan waktu pelayanan akan jelas. "Pungli bisa dihindari dengan cashless payment dan yang penting transparansi monitoring, bisa lewat cara online," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×