kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45838,54   8,38   1.01%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.25%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Lemigas modifikasi rig pemboran panas bumi Cisolok-Sukarame


Selasa, 04 Mei 2021 / 13:16 WIB
Lemigas modifikasi rig pemboran panas bumi Cisolok-Sukarame
ILUSTRASI. Foto udara suasana pemeriksaan tekanan uap atau air dari lubang sumur. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Litbang Kementerian ESDM tengah melakukan modifikasi terhadap Rig Hydraulic milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) LEMIGAS yang digunakan untuk pemboran panas bumi Cisolok-Sukarame.

Modifikasi diperlukan agar rig dapat membor dan melakukan coring deep slim hole sumur panas bumi yang terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini. Penyesuaian peralatan ini ditargetkan selesai pertengahan Mei 2021 dan siap untuk digunakan pada pemboran sumur panas bumi slim hole dan coring pada semester II Tahun 2021.

Kepala PPPTMGB "LEMIGAS", Setyorini Tri Hutami menjelaskan rig yang mengantongi Surat Ijin Layak Operasi (SILO) pada tahun 2014 ini berkapasitas penggerak Engine Caterpilar C-13 dengan 440 horse power. Rig memiliki gigi ganda (double gear), yaitu low gear dan high gear. Low gear bekerja pada Rated Torque 17.000 NM dan rotataing speed 0-200 rpm, sedangkan high gear bekerja pada rate Rated Torque 4.000 N.m, Rotating Speed 0 - 600 rpm.

"Kelebihan rig adalah penggunaan sistem transmisi hidrolik untuk memudahkan pemboran dan mampu mengangkat beban (lifting load) hingga 60 ton," jelas Rini dalam keterangan resmi, Selasa (4/5).

Baca Juga: HBA Mei naik menjadi US$ 89,74 per ton ditopang pertumbuhan ekonomi Asia

Pada akhir Maret 2021, Tim Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Plt Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana dan Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono telah melakukan koordinasi rencana pelaksanaan pemboran dan coring sumur slim hole tersebut menggunakan Rig Hydraulic LEMIGAS. Upaya ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan energi panas bumi untuk pembangkit listrik.

Potensi panas bumi Indonesia diperkirakan sekitar 24 GW, namun baru bisa dimanfaatkan sekitar 2.13 MW atau kurang dari 10%. Tahun ini pemerintah akan melakukan pemboran eksplorasi panas bumi di dua lokasi yaitu Nage, Ngada, Nusa Tenggara Timur dan Cikakak, Cisukarame, Sukabumi Jawa Barat. Sejak tahun 2020, Tim Kementerian ESDM sedang menyiapkan infrastruktur dan perizinan pengeboran eksplorasi WKP Cisolok-Cisukarame dan diharapkan sudah siap pada akhir Mei 2021.

WKP Cisolok Cisukarame berada di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Sumur panas bumi yang akan dibor sebanyak dua titik, yakni CK-1 dan CK-2. Pemboran sumur CK-1 dijadwalkan pada Juli-September 2021, sedangkan sumur CK-2 menyusul pada Oktober-Desember 2021.

Program ini merupakan tindak lanjut program government drilling. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat risiko eksplorasi panas bumi. Ini merupakan salah satu skema mengembangkan eksplorasi panas bumi agar lebih menarik minat investor. Risiko pengembangan panas bumi di hulu yang selama ini ditanggung investor, kini menjadi tanggung jawab pemerintah. Upaya ini diharapkan akan menarik minat investor dam mampu menurunkan harga jual listrik dari panas bumi.

Selanjutnya: Pemerintah dan Freeport sebut diskusi kerjasama smelter dengan Tsingshan jalan terus

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×