Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan transportasi publik berkelanjutan melalui proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung.
Sebagai kontraktor pelaksana, perusahaan berkontribusi menghadirkan sistem transportasi massal yang modern, aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.
Baca Juga: Mentan Klaim 90% Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS di Tingkat Petani
Sebagai bagian dari pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul pada 15 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait rencana pekerjaan, pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi, serta manfaat yang akan diperoleh masyarakat setelah BRT mulai beroperasi.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan, pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
"Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan perkotaan," ujar Dian dalam keterangannya, Selasa (17/6/2026).
Baca Juga: Madusari (MOLI) Siapkan Capex Rp 350 Miliar pada 2026, Lirik Peluang dari Program E5
Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur khusus (on corridor), halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi umum maupun pejalan kaki.
Selama proses konstruksi berlangsung, Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Perseroan juga menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas melalui pemasangan rambu-rambu proyek, pengaturan zona kerja, penyediaan jalur pedestrian sementara, serta berbagai perangkat pengamanan lainnya sesuai standar yang berlaku.
Dian menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur perkotaan.
Baca Juga: MPMRent Gandeng Wuling Perkuat Armada Kendaraan Listrik untuk Pelanggan Korporasi
Karena itu, perusahaan membuka ruang komunikasi melalui layanan pengaduan untuk menampung masukan, saran, maupun laporan dari masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," katanya.
Perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Suherman, berharap kehadiran BRT tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar koridor yang dilalui.
BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi.
Baca Juga: Kemenhub Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Pertimbangkan Harga Avtur dan Kurs
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan andal sekaligus mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Dengan pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, Brantas Abipraya optimistis pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, mutu, dan keberlanjutan.
"Melalui pengalaman panjang dalam membangun berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, Brantas Abipraya optimistis dapat menyelesaikan pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung sesuai target yang ditetapkan, dengan mengutamakan keselamatan, mutu, keberlanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan daerah," pungkas Dian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













