kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.858   33,00   0,19%
  • IDX 6.461   59,51   0,93%
  • KOMPAS100 834   4,68   0,56%
  • LQ45 634   2,21   0,35%
  • ISSI 227   4,22   1,90%
  • IDX30 355   1,11   0,31%
  • IDXHIDIV20 431   0,98   0,23%
  • IDX80 95   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,81   0,68%
  • IDXQ30 112   0,25   0,22%

Luhut: Investasi Blok Masela bisa US$ 15 miliar


Senin, 22 Agustus 2016 / 19:29 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah terus mengupayakan penurunan investasi di Blok Masela dengan menggunakan skema onshore atau membangun fasilitas LNG di darat. Menko Kemaritiman sekaligus Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, investasi blok Masela bahkan bisa turun menjadi US$ 15 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 22 miliar.

Deputi Pengendali Operasi SKK Migas, Muliawan menyebut, SKK Migas bersama tim Inpex Corporation selaku operator Blok Masela dan Kementerian ESDM masih terus membahas dan mencari cara agar investasi Blok Masela bisa diturunkan. Salah satu yang sedang dikaji adalah menggunakan teknologi dan desain-desain yang sudah ada untuk skema onshore.

Dengan begitu diharapkan ada penurunan investasi dan juga mampu mempercepat produksi Blok Masela. "Teknologi juga sudah berubah, nanti kan harga-harga juga cenderung berubah,"kata Muliawan pda Senin (22/8).

Salah satu biaya yang diproyeksi bisa mengalami penurunan adalah tarif jasa penunjang migas. Dengan kondisi harga minyak yang cenderung rendah, jasa penunjang kekurangan permintaan sehingga penawaran tarifnya pun relatif rendah.

Selain itu, penunjukan lokasi pembangunan fasilitas LNG juga nantinya akan sangat menentukan biaya investasi Blok Masela. "Lokasi sangat berpengaruh karena mempengaruhi panjang pipa dan fasilitas yang ada dan lainya," jelas Muliawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×