kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

MASA Nilai Prospek Industri Ban 2026 Masih Menantang, Segmen Replacement Jadi Andalan


Minggu, 18 Januari 2026 / 11:27 WIB
MASA Nilai Prospek Industri Ban 2026 Masih Menantang, Segmen Replacement Jadi Andalan
ILUSTRASI. Ban Mobil Achilles Produksi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (KONTAN/Daniel Prabowo) Multistrada Arah Sarana (MASA) memandang prospek industri ban pada 2026 masih akan diwarnai tantangan ekonomi. ?


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), produsen ban yang berada di bawah naungan Michelin Group, memandang prospek industri ban pada 2026 masih akan diwarnai tantangan ekonomi. 

Namun, perseroan meyakini peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama dari segmen replacement dan pasar yang relatif tahan terhadap tekanan daya beli.

Presiden Direktur PT Michelin Indonesia, Ichayut Kanittasoontorn, menilai permintaan pasar pada tahun ini cenderung bergerak lebih selektif. Namun, kebutuhan dasar pemeliharaan kendaraan dinilai tetap menjadi penopang utama industri ban.

“Kami melihat permintaan pasar diperkirakan bergerak lebih selektif di tengah kondisi ekonomi yang menantang, namun kebutuhan pemeliharaan kendaraan tetap ada, sehingga pasar replacement masih memiliki peran penting,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (18/1).

Baca Juga: PalmCo Pacu Mutu Teh Kayu Aro Hadapi Pasar Global

Menurut Ichayut, dalam kondisi tersebut MASA tetap mengedepankan pendekatan adaptif untuk merespons dinamika pasar, dengan menjaga kualitas produk dan layanan sebagai faktor diferensiasi utama.

“Kami sebagai pelaku industri tetap adaptif dalam merespons dinamika pasar dengan terus mengutamakan kualitas produk dan layanan,” tambahnya.

Meski menghadapi tantangan, Michelin sebagai induk usaha MASA tetap menaruh harapan terhadap perbaikan kinerja pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, strategi pertumbuhan dilakukan dengan pendekatan yang lebih selektif dan terukur.

“Sebagai pelaku bisnis, Michelin tentu saja berharap dapat mencatat perbaikan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pendekatan yang lebih selektif dan fokus pada segmen yang resilient,” kata Ichayut.

Ia menambahkan, sejumlah faktor diproyeksikan menjadi pendorong kinerja perseroan, mulai dari portofolio produk yang beragam, optimalisasi efisiensi produksi, hingga penguatan jaringan distribusi.

“Faktor pendorong kinerja meliputi portofolio produk yang beragam, pemanfaatan kapasitas produksi yang lebih efisien, serta penguatan jaringan distribusi. Kontribusi juga diharapkan datang dari pasar replacement dan aktivitas ekspor yang dikelola secara terukur,” jelasnya.

Dari sisi ekspansi, MASA memilih untuk tidak bersikap agresif. Perseroan lebih memprioritaskan keseimbangan antara stabilitas operasional dan pertumbuhan positif, dengan fokus pada optimalisasi kapasitas yang telah ada.

“Di tahun ini, MASA memprioritaskan keseimbangan antara stabilitas operasional dan pertumbuhan yang positif, dengan fokus pada optimalisasi kapasitas yang ada,” ujar Ichayut.

Sementara itu, dari sisi pengembangan produk, Michelin terus menyesuaikan portofolionya untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang, termasuk pada segmen kendaraan listrik, roda dua, serta pasar hobi dan modifikasi.

“Dari sisi pengembangan produk, Michelin secara berkelanjutan menyesuaikan portofolio untuk menjawab kebutuhan pasar, termasuk di segmen kendaraan listrik, roda dua melalui merek Michelin dan Corsa, serta segmen hobi dan modifikasi melalui merek BFGoodrich, tanpa mengesampingkan kualitas dan daya saing,” paparnya.

Hingga kini, pendekatan ekspansi dan diversifikasi produk dilakukan secara selektif agar tetap selaras dengan kondisi industri serta strategi jangka panjang perusahaan.

“Hingga saat ini, pendekatan terhadap ekspansi pasar dan diversifikasi produk dilakukan secara selektif dan terukur, agar tetap sejalan dengan kondisi industri serta strategi jangka panjang perusahaan,” tutup 

Baca Juga: SNI Jadi Salah Satu Upaya Pemerintah Perkuat Daya Saing Industri Pupuk Nasional

Selanjutnya: PalmCo Pacu Mutu Teh Kayu Aro Hadapi Pasar Global

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×