kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Medco kaji proyek biomass di Papua


Senin, 23 Mei 2011 / 09:47 WIB
Drakor terbaru setelah sukses di Parasite, Park So Dam di Record of Youth. 


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Medco Indonesia sedangkan mengkaji proyek biomas di Papua. Rencananya, proyek percobaan seluas 2.000 hektare ini akan diluncurkan pada 2012 mendatang.

Presiden Direktur PT Medco Geothermal Indonesia SJ Aries Pardjimanto mengatakan, pengolahan biomass yang mengandalkan kikisan kayu dari pepohonan itu diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik hingga 10 MegaWatt (MW). Untuk diketahui, biomass merupakan energi terbaharukan yang diperoleh dari produk atau metabolisme organisme.

"Kami gunakan pipilan kayu-kayu sengon, trembesi yang dipotong kecil-kecil. Bisa dibilang, kita pakai sampah kayu untuk hasilkan energi listrik," ucapnya, Minggu (22/5).

Peluncuran proyek biomass itu baru dapat dirilis tahun 2012 lantaran menanti kepastian tarif listrik yang harus dibayarkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Rencananya, listrik akan ditawarkan dengan tarif US$7 sen-US$8 sen.

Namun, lahan yang digunakan untuk proyek itu masih berupa lahan kosong. Setelah ditanami maka dalam empat tahun, perusahaan sudah dapat memperoleh bahan bakar dari pengolahan sampah kayu pepohonan itu.

Untuk suplai sampah kayu, Medco menggandeng Perhutani. Sebagai imbal balik, Perhutani akan memperoleh suplai listrik.

Selain mengulik sampah kayu, Medco Indonesia pun menggunakan sampah kelapa sawit dan gas metana untuk menghasilkan energi listrik sebesar 10x5 MW. Proyek yang mengadopsi teknologi Eropa Timur itu berlokasi di Medan yang akan menjadi salah satu pusat industri hidro, biogas, dan biomass milik Medco Indonesia. "Untuk teknologi gas metana ini kita buat berupa modul, tidak bisa buat besar," kata dia.

Untuk biaya investasi total, dia belum merincinya, tapi biaya produksi untuk menghasilkan setiap kiloWatthour (kWh) mencapai US$2.000-US$2.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×