kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Megalestari Epack (EPAC) Siap Menggenjot Pasar Kosmetik dan Suplemen Tahun Depan


Jumat, 19 Desember 2025 / 16:49 WIB
Megalestari Epack (EPAC) Siap Menggenjot Pasar Kosmetik dan Suplemen Tahun Depan
ILUSTRASI. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) (Dok/EPAC) Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan mengoptimalkan penjualan di pasar industri kosmetik dan suplemen pada 2026.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan mengoptimalkan penjualan di pasar industri kosmetik dan suplemen pada 2026.

Direktur Utama Megalestari Epack Sentosaraya, Bahar Ghazali mengatakan, upaya ini seiring kinerja penjualan kemasan dari segmen tersebut yang terpantau positif sepanjang tahun.

“Industri kosmetik dan suplemen-suplemen minuman perasa itu pertumbuhannya sangat bagus,” katanya dalam paparan publik virtual, Jumat (19/12/2025).

Bahar menuturkan, emiten produsen kemasan ini juga akan meningkatkan kinerja dengan pemasaran produk ke daerah-daerah baru, seperti Kalimantan. Sejauh ini, pasar terbesar masih terfokus di Pulau Jawa. “Ekspansi kita ke Bali terbaru kemarin juga cukup sukses,” imbuh Bahar.

Baca Juga: INCO Pastikan Produksi Nikel 2026 Tak Turun Meski Target Nasional Dipangkas

Selain pemasaran ke daerah terbaru, Bahar bilang, perseroan juga akan ekspansi portofolio pelanggan, berpartisipasi dalam expo, mengoptimalkan lini produksi, serta mengembangkan riset produk.

Untuk diketahui, sejauh ini EPAC memiliki produk-produk kemasan seperti rollstock, standing pouch, zipper pouch, layflat pouch, center seal, dan gusset center seal.

Bagaimanapun, Bahar mengungkap, perseroan menghadapi tantangan pelemahan nilai tukar rupiah.

Sebab, meski kebutuhan bahan baku perseroan disuplai vendor domestik, beberapa vendor tersebut kerap melakukan impor untuk menjual bahan baku. “Hal ini memengaruhi biaya material,” kata Bahar.

Selain itu, penurunan daya beli masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan. 

Adapun, belanja modal atau capital expenditure (capex) yang digelontorkan EPAC tahun ini sebesar kurang dari Rp 1 miliar yang digunakan untuk keperluan mesin-mesin penunjang.

Secara kinerja, hingga kuartal III-2025, perseroan membukukan pendapatan yang naik 16,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke Rp 118,24 miliar. Adapun rugi bersih EPAC menyusut hampir 44% ke Rp 8,32 miliar dari Rp 14,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: API Tuntut Implementasi PP No.49 Tahun 2025 Seimbangkan Pekerja dan Daya Tahan Usaha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×