kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Melihat Dampak Positif Industri Sawit Bagi Perekonomian, Sosial dan Lingkungan


Kamis, 18 April 2024 / 14:52 WIB
Melihat Dampak Positif Industri Sawit Bagi Perekonomian, Sosial dan Lingkungan
ILUSTRASI. Pekerja memindahkan tandan buah segar (TBS) di salah satu perkebunan sawit Kota Bengkulu, Bengkulu, Selasa (21/11/2023). Melihat Dampak Positif Industri Sawit Bagi Perekonomian, Sosial dan Lingkungan.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama tiga asosiasi hilir sawit Indonesia, yakni Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN), menggelar kegiatan promosi sawit dan bakti sosial selama bulan Ramadhan 2024. 

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang manfaat positif sawit bagi perekonomian, sosial, dan lingkungan kepada ratusan santri dan anak yatim piatu.

Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI, menegaskan bahwa sawit bukan hanya identik dengan konglomerasi, melainkan juga melibatkan petani dan koperasi. Produk hilir sawit telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, ketika banyak produk sawit digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari seperti makanan, sabun, shampoo, dan lainnya. 

Baca Juga: Menilik Implementasi EUDR dan Dampak ke Industri Sawit Indonesia

"Keunggulan sawit tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi yang meningkatkan jumlah produk turunan dari 54 jenis pada tahun 2007 menjadi 179 jenis pada 2023," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (18/4).

Dalam upaya mempromosikan kebaikan sawit di bulan Ramadhan, Forwatan mendistribusikan bantuan kepada Pesantren, Masjid, dan Yayasan Yatim Piatu di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok. Kerjasama antara Forwatan dan tiga asosiasi hilir sawit telah berlangsung selama 4 tahun, bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, santri, dan anak yatim piatu.

Yuwono Nugroho, Ketua Forwatan, berharap kerjasama yang baik ini dapat terus berlanjut ke depannya untuk mempromosikan aspek positif sawit kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Yayasan Al Mukhlisin Cibubur, Ustad Bambang Sundawa, dan Pengurus Yayasan Nurul Huda, Ustad Yusuf, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Forwatan dan dukungan dari asosiasi sawit lainnya.

Baca Juga: RI Jadi Anggota Penuh FATF, Sri Mulyani: Bawa Dampak Positif ke Kredibilitas Ekonomi

Ernest Gunawan, Sekjen APROBI, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan bakti sosial Forwatan yang berlangsung setiap tahunnya. Melalui kegiatan ini, pemangku kepentingan sawit dapat mempromosikan sisi positifnya, termasuk peran biodiesel dalam mencapai kemandirian energi nasional.

Norman Wibowo, Ketua Umum APOLIN, menekankan pentingnya kolaborasi antara asosiasi hilir sawit dengan media agar sawit tidak terpojok dengan isu dan informasi negatif di dalam negeri. Terlebih lagi selama pandemi COVID-19, kelapa sawit menjadi bahan baku penting dalam produksi sanitasi dan farmasi, memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×