Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengakui masih mengikuti aturan ada terkait dengan sistem zonasi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
Rencana sistem zonasi, ingin diterapkan secara masif setelah pemerintah meluncurkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kabiro Humas Kemendag RI, Kusuma Dewi menyatakan tidak ada pembatasan untuk ritel modern alfamart dan indomaret setelah peluncuran Kopdes Merah Putih. Sebab, sistem zonasi ritel modern sudah tertuang dalam Permendag nomor 23 tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.
"Aturannya sejak dulu sudah zonasi loh,permendag 23 tahun 2021 dan perubahannya, Izin toko modern (termasuk minimarket) itu dikeluarkan oleh pemda berdasarkan rencana tata ruang mereka. Jadi dari awal aturannya juga sudah bilang begitu," ujar Kusuma Dewi saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Kapal Tanker Terancam, Asuransi War Risk Ditarik Imbas Konflik Timur Tengah
Kemudian, Kusuma Dewi juga menjelaskan tentang wacana pembatasan ekspansi. Menurutnya, wacana pembatasan ekspansi akan ditentukan melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Pemerintah Pusat belum bisa membahas lebih lanjut karena kewenangan ada pada tingkat Pemerintah Daerah (Pemda).
"Aturannya sudah ada sejak tahun 2021 dan ekspansi minimarket ditentukan oleh aturan rencana tata ruang daerah," kata Kusuma Dewi.
"Kami perlu dibantu untuk mendorong pemda menetapkan RDTR mereka karena izin dikeluarkan oleh mereka, kami mengeluarkan pedomannya," sambungnya.
Kemendag RI meminta agar kemunculan Kopdes Merah Putih dan ritel modern tidak terlalu dipertentangkan keberadaannya.
"Bahkan malah bisa menjadi mitra ke depannya," bebernya.
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto telah menyampaikan bahwa, jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan, maka penyebaran bisnis minimarket harus disetop.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Berpotensi Naik dan Beban Subsidi Membengkak
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujarnya dalam rapat bersama Komisi V DPR, Rabu (12/11/2025).
Dia bilang, minimarket sudah terlalu merajalela, dan bahkan bisa menjadi ancaman untuk Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kekayaan dari pemilik minimarket sudah cukup besar karena dibiarkan merajalela selama ini.
"Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Ya itu artinya ya tidak apple to apple sebenarnya, kalau mereka sudah sangat besar sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes," tuturnya.
"Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk Republik ini," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













