kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Menang proyek di MRT, TBIG masih kaji nilai kontrak dan sewa dengan operator


Senin, 25 Maret 2019 / 20:33 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bersama para operator masih dalam tahap pematangan nilai kontrak dan sewa.

Helmy Yusman Susanto, Direktur TBIG masih belum menyebutkan secara detail terkait harga yang ditawarkan. "Sedang dimatangkan. Di samping itu ini adalah transaksi B2B sehingga tidak bisa kami informasikan karena bersifat confidential," terangnya kepada kontan.co.id, Senin (25/3).

Hanya saja disebutnya untuk penerapan harga sewa sendiri tidak jauh berbeda dengan yang saat ini dikenakan di beberapa bandara besar Indonesia. Sedangkan untuk implementasi di lapangan sendiri disebutnya tergantung dari strategi, perencanaan teknologi dan operasional dari masing-masing operator.

Dalam dokumen yang didapatkan kontan.co.id, adapun harga penawaran sewa perangkat pasif berkapasitas 600 Mbps senilai Rp 3,5 miliar hingga Rp 4 miliar per operator per tahun untuk 2 tahun pertama di 6 stasiun bawah tanah MRT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×