kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Menang proyek di MRT, TBIG masih kaji nilai kontrak dan sewa dengan operator


Senin, 25 Maret 2019 / 20:33 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bersama para operator masih dalam tahap pematangan nilai kontrak dan sewa.

Helmy Yusman Susanto, Direktur TBIG masih belum menyebutkan secara detail terkait harga yang ditawarkan. "Sedang dimatangkan. Di samping itu ini adalah transaksi B2B sehingga tidak bisa kami informasikan karena bersifat confidential," terangnya kepada kontan.co.id, Senin (25/3).

Hanya saja disebutnya untuk penerapan harga sewa sendiri tidak jauh berbeda dengan yang saat ini dikenakan di beberapa bandara besar Indonesia. Sedangkan untuk implementasi di lapangan sendiri disebutnya tergantung dari strategi, perencanaan teknologi dan operasional dari masing-masing operator.

Dalam dokumen yang didapatkan kontan.co.id, adapun harga penawaran sewa perangkat pasif berkapasitas 600 Mbps senilai Rp 3,5 miliar hingga Rp 4 miliar per operator per tahun untuk 2 tahun pertama di 6 stasiun bawah tanah MRT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×