kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Mendag Usulkan Revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia dan Afrika Selatan


Senin, 13 Oktober 2025 / 15:39 WIB
Mendag Usulkan Revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia dan Afrika Selatan
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Budi Santoso menggelar pertemuan dengan dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan, Zuko Godlimpi di sela-sela Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20 yang berlangsung akhir pekan lalu.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso menggelar pertemuan dengan dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan, Zuko Godlimpi di sela-sela Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20 yang berlangsung akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Budi menyebut ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan strategis Selatan–Selatan. Ia mengusulkan revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) Indonesia–Afrika Selatan yang terakhir digelar di Pretoria pada 2017.

“Forum JTC penting untuk membahas peluang dan tantangan perdagangan bilateral. Kami berharap JTC ke-4 dapat segera digelar di Indonesia,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025).

Baca Juga: Mendag Optimistis Ekspor Bahan Bangunan ke ASEAN Naik Usai Ratifikasi MRA BCM

Selain JTC, Indonesia juga mengusulkan penjajakan perundingan perjanjian perdagangan secara bertahap, sementara Afrika Selatan meminta Indonesia segera mengirim proposal kerja sama.

Budi menegaskan Afrika Selatan merupakan mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Afrika. Kerja sama ini diharapkan memperluas akses pasar bagi produk nasional seperti minyak kelapa sawit, karet, kendaraan bermotor, dan produk industri lainnya.

Baca Juga: Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Susu Frisian Flag ke Malaysia dan Filipina

Sepanjang Januari–Agustus 2025, total perdagangan kedua negara tercatat US$ 1,42 miliar, dengan ekspor Indonesia US$ 690,6 juta dan impor US$ 732,1 juta. 

Sementara itu, pada 2024, total perdagangan mencapai US$ 2,41 miliar, naik 7,2% dibanding tahun sebelumnya. Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 790,40 juta, sedangkan impor dari Afrika Selatan mencapai US$ 1,62 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan antara lain minyak kelapa sawit, buldoser, mobil penumpang, kopra, dan karet alam. Sedangkan impor utamanya mencakup paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, serta gula tebu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×