kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.883   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Mendorong energi bersih melalui dekarbonasi sektor transportasi


Selasa, 15 Juni 2021 / 21:43 WIB
ILUSTRASI. Model mencontohkan pengisian daya kendaraan listrik DFSK Gelora E. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID -

  JAKARTA.  Energi bersih semakin menjadi perhatian banyak pihak. Maka, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) untuk kali ketiga menggelar konferensi. 

Konferensi bertajuk  Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition (IEECCE) 2021 berlangsung selama 4 hari hingga 17 Juni 2021, Tema konferensi adalah Dekarbonisasi Sektor Mobilitas. 

Konferensi membahas isu-isu terkini upaya nasional dan global dalam melakukan transisi pemanfaatan energi konvensional menuju pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan  di sektor-sektor utama sistem perekonomian. Seperti industri, mobilitas, gedung dan rumah tangga. Secara spesifik kali ini konferensi membahas isu-isu penting terkait upaya dekarbonisasi di sektor mobilitas atau transportasi. 

Ketua MASKEEI, R.M. Soedjono Respati mengatakan, di banyak negara pemanfaatan energi konvensional paling besar di sektor mobilitas ini. Maka, keberhasilan dalam mengurangi emisi karbon di sektor ini akan sangat signifikan berkonstribusi pada penurunan karbon di tingkat global. 

“Ambisi Indonesia dalam mengembangkan mobil listrik menggantikan kendaraan konvensional harus didukung oleh semua stakeholders di industri otomotif nasional maupun oleh semua stakeholders terkait,” imbuh Jon Respati, sapaan Soedjono, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (15/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×