kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Mendorong Pertumbuhan dan Pemerataan, Indonesia Memacu Infrastruktur Digital


Sabtu, 29 November 2025 / 12:58 WIB
Mendorong Pertumbuhan dan Pemerataan, Indonesia Memacu Infrastruktur Digital
ILUSTRASI. Petugas teknisi memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). KONTAN/Fransiskus Simbolon/14/06/2017


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Percepatan digitalisasi menjadi prasyarat penting mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% serta memperluas pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah 3T. Dengan posisi Indonesia sebagai pengguna kecerdasan buatan (AI) terbesar ketiga di dunia, kebutuhan infrastruktur digital kian mendesak.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan roadmap mencakup kabel laut, serat optik, data center, hingga mobile broadband.

“Kita akan mengubah regulasi yang relatif lebih cepat. Kata kuncinya open access dan regulasi kompetisi akses,” ujarnya, Kamis (27/11) Pemerintah juga menyiapkan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz serta percepatan perluasan jaringan 5G.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno menilai, jaringan 5G dan backbone fiber menjadi fondasi pengembangan AI dan internet of things (IoT). “Hitungan kami, perlu 100 kilometer jaringan fiber nasional untuk kawasan kota besar dan industri utama,” ungkapnya.

Dari sisi layanan internet, penetrasi nasional telah mencapai 80,66%. Namun Ketua Bidang Regulasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Syahrial Syarif menilai, masih banyak internet service provider (ISP) lokal yang beroperasi dengan kapasitas terbatas. “Kolaborasi dan pemanfaatan infrastruktur yang terbuka dengan harga wajar sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga: Operator Telekomunikasi Pacu Transformasi AI untuk Efisiensi dan Pendapatan Baru

Pelaku industri menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur inti seperti data center dan cloud. Direktiur dan Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, mengatakan, “AI adalah peluang besar. Tapi tanpa kesiapan talenta dan infrastruktur inti, kita bisa tertinggal," tegasnya.  Ia juga menyoroti pentingnya kedaulatan digital dan pemerataan akses pemrosesan data di seluruh daerah.

Head of Government Industry Relation Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menekankan perlunya roadmap yang terarah. “Jangan hanya membangun jalan tolnya, tapi pikirkan juga pemanfaatan 5G dan AI untuk produktivitas industri,” ujarnya.

Operator telekomunikasi juga menyatakan komitmennya memperkuat jaringan dan memanfaatkan AI. Vice President Corporate Communications Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan pihaknya terus memperluas 5G dan mengembangkan autonomous network.

Sementara Direktur & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah, menegaskan pentingnya sinkronisasi roadmap nasional, terutama untuk keamanan data dan perlindungan konsumen.

Dari sisi ekspansi jaringan, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyampaikan target pembangunan 8.000 site baru, serta layanan ke 175.000 sekolah, 42.000 kantor pemerintahan dan 8.000 fasilitas kesehatan. Ia berharap, penambahan spektrum dapat mempercepat kualitas layanan ke masyarakat.

Selanjutnya: Senyar Berpotensi Jadi Siklon Tropis Lagi, Waspada Cuaca Hujan Lebat di Provinsi Ini

Menarik Dibaca: Senyar Berpotensi Jadi Siklon Tropis Lagi, Waspada Cuaca Hujan Lebat di Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×