kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menko Luhut perintahkan industri oksigen sepenuhnya diarahkan untuk kebutuhan medis


Senin, 05 Juli 2021 / 08:54 WIB
Menko Luhut perintahkan industri oksigen sepenuhnya diarahkan untuk kebutuhan medis


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Selain membahas persoalan kelangkaan tabung oksigen, Luhut juga membahas sejumlah kebutuhan lainnya untuk menangani pasien Covid-19. 

“Di sini ada lonjakan penyebaran kasus Covid-19, sehingga PPKM Darurat sudah dilakukan mulai kemarin sampai nanti 20 Juli 2021. Untuk itu, kita gerak cepat memenuhi kebutuhan produk farmasi dan alkes kita, seperti kesiapan RS Lapangan dan pasokan oksigen,” ujar Menko Luhut. 

Untuk itu, percepatan perlu segera dilakukan. Pertama adalah RS Lapangan di Wisma Haji Pondok Gede yang kedelapan gedungnya akan difungsikan untuk perawatan intensif, gejala sedang, dan asrama perawat. 

Pemanfaatan dari ruangan nantinya memperhatikan zoning risiko, sirkulasi udara, akses dan jalur lalu-lintas petugas, pasien, logistik, dan barang bersih atau kotor. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 melonjak, pemerintah siapkan rumah sakit darurat hingga oksigen

“Satu gedung nanti untuk perawatan intensif, kemudian lima gedung untuk gejala sedang, dan dua gedung untuk asrama perawat. Setiap gedung, punya kamar yang dimanfaatkan sebagai ruang tindakan, ruang farmasi, laundry, dan ruang petugas. In total, kita punya 785 tempat tidur (TT),” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat rapat Bersama Luhut. 

Untuk Wisma Haji Pondok Gede ditargetkan mampu menerima 600 hingga 700 pasien komorbid. Dengan kapasitas seperti ini, tenaga kesehatan nantinya juga akan didatangkan dari luar Pulau Jawa untuk membantu menangani pasien yang ada di sini. 

“Tenaga kesehatan yang datang dari luar Pulau Jawa ini nantinya akan membantu di RS Lapangan Wisma Haji. Kami sudah koordinasi dengan Menteri PUPR agar disediakan tempat tinggal bagi mereka,” papar Budi. 


Survei KG Media


[X]
×