kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Menperin Minta Data Center Dikembangkan di Klaster Khusus, Ini Alasannya


Kamis, 29 Oktober 2026 / 17:36 WIB
Menperin Minta Data Center Dikembangkan di Klaster Khusus, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Pemerintah mendorong pengembangan pusat data atau data center ditempatkan di kawasan khusus atau klaster tertentu.. Data Center - Amazon Web Services AI data center (REUTERS/Noah Berger)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong pengembangan pusat data atau data center ditempatkan di kawasan khusus atau klaster tertentu.

Langkah ini dinilai penting mengingat operasional data center membutuhkan dukungan listrik dan air dalam jumlah besar.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pengembangan data center perlu memperhatikan ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama listrik dan air.

Karena itu, pembangunan data center sebaiknya tidak bercampur dengan kawasan permukiman.

Baca Juga: Investor Data Center Berskala Besar Harus Pasok Energi Sendiri, IDPRO Buka Suara

"Itu harus ditempatkan di tempat yang agak khusus. Kalau bisa data center di klaster, karena membutuhkan daya dukung yang besar, listrik, air terutama," ujar Sarmuji di Kantor Kemenperin, Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, kebutuhan air yang besar untuk operasional data center perlu dikelola agar tidak menimbulkan persaingan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

"Kita jangan sampai data center itu rebutan air dengan kawasan perumahan atau pemukiman, itu nanti akan jadi konflik," katanya.

Sarmuji menyebut, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menempatkan data center di lokasi yang berdekatan dengan pantai. Dengan begitu, kebutuhan air dapat dipenuhi melalui proses desalinasi air laut.

"Jadi perlu satu tempat khusus, mungkin lebih dekat dengan pantai supaya airnya berasal dari desalinasi air laut dan lain sebagainya, harus dipikirkan sampai ke sana," ujarnya.

Baca Juga: Kawasan Barelang Dibidik Jadi Kawasan Data Center, Kesiapan Infrastruktur Jadi Kunci

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana berharap data center dapat masuk dan dikembangkan di dalam kawasan industri.

Menurut dia, penempatan data center di kawasan industri akan memudahkan pengawasan sekaligus penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk kebutuhan air dan listrik.

"Kami harapannya data center masuk ke dalam kawasan industri supaya mudah pengontrolannya juga, dan juga masalah air dan listrik juga kan di dalam," kata Akhmad.

Pengembangan data center di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur komputasi.

Baca Juga: Data Center Jatiluhur Ditunda, WALHI Minta Kebutuhan Air Dikaji

Namun, kebutuhan energi dan air menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan fasilitas tersebut agar tidak menimbulkan tekanan terhadap infrastruktur dan masyarakat sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×