kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Mentan bantah beri izin impor beras medium Vietnam


Senin, 27 Januari 2014 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. Harus Tahu! Inilah 4 Penyebab Kulit Wajah Mengelupas


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kontroversi beras impor asal Vietnam dengan kualitas medium terus berlanjut. Kementerian Pertanian menampik telah mengeluarkan rekomendasi impor beras non-premium tersebut.

Menteri Pertanian Suswono bilang, sejauh yang ia tahu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian (Ditjen PPHP) sama sekali belum menerbitkan rekomendasi impor beras medium. Bahkan, untuk Perum Bulog yang mendapatkan hak eksklusif mengimpor beras jenis tersebut untuk mengamankan pasokan beras dalam negeri.

"Kalau dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tanpa persetujuan Kementerian Koordinator Perekonomian dan diberikan ke swasta, ini teledor. Jika benar Kemendag melakukan ini," ujar Suswono di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, hari ini (27/1).

Ia berjanji akan mempelajari lagi persoalan ini. "Saya ingin tahu akar masalahnya dulu," kata Suswono. Selama ini, kata dia, impor beras tidak masalah jika memang diperlukan.

Namun untuk importasi beras medium diperlukan rekomendasi dari Kementan dan dirapatkan oleh Menko Perekonomian. Suswono bilang, stok beras Bulog yang ada sekarang cukup kuat dan memadai, sehingga belum diperlukan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×