kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Mentan dorong produksi tembakau untuk tekan impor


Selasa, 28 Juli 2015 / 23:18 WIB


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

MAGELANG. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong para petani untuk meningkatkan produksi tembakau guna menekan impor bahan baku rokok kretek.

"Impor tembakau Indonesia sekitar 150 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar Rp 50 triliun," katanya usai menghadiri Musyawarah Nasional ke-3 Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Magelang, Selasa (28/7) malam.

Ia menuturkan kalau petani bisa meningkatkan produksi tembakau maka impor komoditas tersebut bisa dikurangi.

"Target pengurangan impor sebanyak-banyaknya. Kita harus memotivasi petani tembakau, mudah-mudahan bisa mengikuti peningkatan produksi padi terbesar dalam 10 tahun terakhir, yaitu peningkatan tahun ini sesuai angka ramalan sebanyak 5,5 juta ton padi," katanya.

Guna meningkatkan produksi tembakau tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan untuk petani tembakau senilai Rp 19 miliar.

"Bantuan tersebut antara lain berupa pompa air karena kekurangan air, dan traktor 30 unit. Ini untuk mendorong produksinya bisa meningkat sehingga jumlah impor bisa dikurangi," ujarnya.

Menurutnya, kualitas tembakau Indonesia tidak kalah dengan luar. Untuk itu, selain kualitas, produksi harus di tingkatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×