kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Hadapi Tekanan Global, Mega Perintis (ZONE) Hati-Hati Atur Strategi Bisnis pada 2026


Selasa, 19 Mei 2026 / 23:03 WIB
Hadapi Tekanan Global, Mega Perintis (ZONE) Hati-Hati Atur Strategi Bisnis pada 2026
ILUSTRASI. Gerai penjualan busana pria Manzone - PT Mega Perintis Tbk (ZONE (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mega Perintis Tbk (ZONE) memilih tetap berhati-hati dalam memandang prospek bisnis sepanjang 2026 di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah. Meski demikian, emiten ritel fesyen ini tetap menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba tahun ini. 

“ZONE menghadapi situasi ini dengan lebih berhati-hati dengan tetap merencanakan pertumbuhan baik sales maupun profit,” ujar Direktur Utama  Mega Perintis, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai, ekonomi domestik saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari kondisi global, di antaranya dampak perang US dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia serta penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Baca Juga: Ciputra Group Perkuat Kawasan Modern di Cibubur

Di sisi lain, upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat diharapkan dapat mempertahankan perputaran ekonomi dalam negeri, sehingga belanja masyarakat akan tetap meningkat. 

Di tengah tantangan tersebut, ZONE tetap membukukan pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 47,5% dan pertumbuhan laba bersih 29,5% menjadi masing-masing Rp 398,78 miliar dan 27,24 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat terhadap produk fesyen pada momentum Ramadan dan Lebaran.

“Periode lebaran terjadi dalam periode kuartal I tahun 2026, serupa dengan lebaran di kuartal I tahun 2025, namun di tahun 2026 ini terlihat peningkatan antusiasme masyarakat dalam belanja produk fesyen, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap ekonomi dalam negri,” paparnya. 

Baca Juga: Bridgestone Siapkan Kenaikan Harga Ban hingga 5% pada Juni 2026

Untuk menjaga margin usaha di tengah kenaikan biaya impor bahan baku dan pelemahan rupiah, ZONE menyiapkan beberapa langkah mitigasi, mencakup efisiensi dan peningkatan produktivitas, termasuk mencari alternatif bahan baku dengan kualitas yang tetap terjaga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×