kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.823   28,00   0,17%
  • IDX 7.887   -442,44   -5,31%
  • KOMPAS100 1.101   -63,78   -5,47%
  • LQ45 800   -33,16   -3,98%
  • ISSI 278   -20,20   -6,79%
  • IDX30 418   -11,50   -2,68%
  • IDXHIDIV20 502   -7,68   -1,51%
  • IDX80 123   -6,46   -5,00%
  • IDXV30 135   -3,96   -2,85%
  • IDXQ30 136   -2,34   -1,69%

Menteri Bahlil: Divestasi Saham 12% atas Freeport Indonesia Terjadi Setelah 2041


Jumat, 24 Oktober 2025 / 20:06 WIB
Menteri Bahlil: Divestasi Saham 12% atas Freeport Indonesia Terjadi Setelah 2041
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut divestasi atau pertambahan saham Indonesia pada PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 12% akan terjadi setelah 2041.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

PTFI juga melakukan eksplorasi di kawasan mineral Grasberg dengan target potensi perluasan mineralisasi signifikan di bawah tambang bawah tanah DMLZ. 

Pada tanggal 8 September 2025, PTFI mengalami insiden semburan lumpur yang signifikan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.

"Operasi telah dihentikan sementara dan peningkatan bertahap untuk memulihkan produksi saat ini sedang direncanakan," ungkap Presiden dan Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk.

Sementara untuk tambang Kucing Liar, PTFI sedang melakukan aktivitas pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg.

Baca Juga: Pemerintah Dapat Tambahan Saham Freeport, Pengamat Sebut Ini Bukan Saat yang Tepat

Kucing Liar diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas antara tahun 2029 dan akhir tahun 2041, dan perpanjangan hak operasi PTFI setelah tahun 2041 akan memperpanjang umur proyek.

"Per 30 September 2025, PTFI telah mengeluarkan dana sekitar US$1,0 miliar untuk Kucing Liar, dan investasi modal diperkirakan mencapai US$4 miliar selama tujuh hingga delapan tahun ke depan, rata-rata sekitar US$ 0,5 miliar per tahun," kata dia.

Sebelumnya, lewat divestasi pada 2018, Indonesia telah menguasai 51,2% saham perusahaan tambang emas dan tembaga raksasa itu melalui MIND ID.

Dan dengan divestasi tambahan 12%, kepemilikan saham MIND ID di PTFI akan bertambah menjadi sekitar 63,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×