kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Metropolitan Land (MTLA) Raup Marketing Sales Rp 388 Miliar Hingga Februari 2025


Sabtu, 05 April 2025 / 12:20 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Raup Marketing Sales Rp 388 Miliar Hingga Februari 2025
ILUSTRASI. Metropolitan Land (MTLA) meraup pendapatan prapenjualan alias marketing sales Rp 388 miliar per Februari 2025.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatatkan raihan pendapatan prapenjualan alias marketing sales Rp 388 miliar per Februari 2025.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan, marketing sales itu terdiri dari presales dan recurring revenue.

“Raihan itu naik sekitar 31% dari tahun sebelumnya di periode yang sama dan sudah memenuhi sekitar 20% dari target marketing sales 2025,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (26/3).

Di sisi lain, Metland menilai penahanan suku bunga di 5,75% oleh Bank Indonesia (BI) masih menarik, karena KPR dari perbankan besar menawarkan bunga single digit.

“Hal ini masih akan menggerakkan penjualan, ditambah dengan perpanjangan stimulus PPN DTP tahun 2025 yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mewujudkan rumah tinggal,” paparnya.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Lanjut Mengembangkan 6 Hotel Eksistingnya Tahun Ini

Pada tahun 2024, MTLA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,02 triliun, naik 18,52% secara tahunan alias year on year (yoy) dari Rp 1,70 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Laba bersih Metland juga naik 12,36% yoy ke Rp 469,25 miliar tahun lalu, dari sebelumnya Rp 417,60 miliar di tahun 2023.

Olivia menuturkan, MTLA pun menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 750 miliar di tahun 2025.

 

“Rencananya capex akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur proyek berjalan, pembangunan proyek baru, akuisisi lahan, maupun pembelian aset,” ungkapnya.

Selanjutnya: Balasan China atas Produk Pertanian AS Berdampak pada Kedelai, Brasil Ketiban Berkah

Menarik Dibaca: Poco X7 atau Poco F7 Ultra, Temukan Pilihan Smartphone Terbaik untuk Anda!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×