kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Midi Utama Indonesia (MIDI) Targetkan Buka 200 Gerai Baru Sepanjang Tahun 2026


Jumat, 05 Juni 2026 / 17:01 WIB
Midi Utama Indonesia (MIDI) Targetkan Buka 200 Gerai Baru Sepanjang Tahun 2026
ILUSTRASI. Gerai Alfamidi (KONTAN/Andy Dwijayanto)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menargetkan pembukaan 200 gerai baru pada tahun 2026. 

Untuk merealisasikannya, perusahaan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 1,5 triliun. 

Finance Director Midi Utama Indonesia, Suantopo Po mengatakan, strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai ritel modern dengan format tersendiri.

Hingga kuartal I-2026, perseroan telah menambah 40 gerai baru sehingga total jaringan meningkat menjadi 2.627 gerai, yang terdiri dari Alfamidi 2.541 gerai, Alfamidi Super 82 gerai, dan Midi Fresh 4 gerai. 

Baca Juga: Harga Telur Tertekan, Begini Strategi yang Ditempuh Bapanas

“Jadi selama tiga bulan pertama bertambah sejumlah 40 gerai dibandingkan posisi per akhir tahun 2025,” ungkap Suantopo, dalam Paparan Publik, pada Kamis (4/6). 

Di samping peningkatan gerai, MIDI juga terus memperkuat aspek merchandising dan pemasaran untuk mendukung pertumbuhan jaringan. 

Hal ini dilakukan dengan menyediakan produk-produk yang lebih lengkap untuk memaksimalkan area penjualan dan optimalisasi market dengan harga yang kompetitif.

Di sisi lain, perusahaan juga terus mewaspadai dampak pelemahan rupiah yang berpotensi mendorong kenaikan harga produk berbasis impor di sektor ritel.

Suantopo menyebutkan penguatan dolar AS yang sudah berada di kisaran Rp18.000 akan berdampak pada sejumlah komoditas konsumsi, seperti susu hingga bahan pangan lainnya.

Adapun, terkait penyesuaian harga, perusahaan menegaskan mekanisme kenaikan harga tetap mengikuti keputusan principal.

“Tapi pada prinsipnya apabila principal menaikkan harga, maka otomatis Alfamidi akan menaikkan harga juga. Kita adalah retailer, jadi tidak mungkin tidak ada kenaikan harga. Tapi kenaikan harga kembali tergantung pada principal,” lanjutnya.

Dari sisi kinerja keuangan, MIDI tercatat membukukan pendapatan neto Rp5,88 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 6,43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan juga naik 39,5% menjadi Rp265,5 miliar.

Baca Juga: Modernland Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×