kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Minat swasta bangun PLTMH di NTT tinggi, tapi...


Senin, 21 November 2016 / 22:40 WIB


Reporter: Azis Husaini | Editor: Adi Wikanto

Kupang. PT Perusahaan Listrik Negara / PLN Wilayah NTT sudah melelang empat lokasi proyek pembangkit tenaga surya (PLTS). Mereka berada di wilayah Atambua, Maumere, Ende, dan Sumba Timor. PLN NTT masih menyisakan lima proyek lagi yang akan dilelang.

Ricard Syafkaur General Manager PLN Wilayah NTT menyatakan setiap pekan banyak investor yang ingin berinvestasi pembangkit energi baru dan terbarukan di NTT. Namun demikian banyak masalah sosial dan lahan yang masih mengganjal. "Ada dari lokal dan lokal gabung asing untuk pembiayaannya," ujar dia, Senin (21/11).

Dia mengatakan, kebijakan feed in tarrif untuk pembangkit surya dan PLTMH membuat investor tertarik menanamkan investasinya. Bahkan, banyak ada yang memakai jalan pintas. "Bahkan sudah ada yang minta izin ke Pemda, padahal harus ke PLN," kata Ricard.

Ricard, pihak swasta sudah ada yang mendapat izin dari pemda dan sekarang mereka sedang sosialisasi. Hal tersebut kata Ricard tidak dibolehkan karena belum ada aturannya. "Nanti mereka tetapkan harga listrik sendiri. Belum ada aturannya. Harga harus dari pusat," kata dia.

Ricard mengatakan, pihak PLN saja jika ingin membangun sebuah pembangkit harus izin kepada BKPM. Pihaknya juga berharap agar investor yang akan berinvestasi bisa berkoordinasi dengan PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×