kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

MKI Pertemukan Pelaku Industri & Regulator, Bahas HVDC Interkoneksi Listrik Hijau


Selasa, 21 April 2026 / 06:15 WIB
MKI Pertemukan Pelaku Industri & Regulator, Bahas HVDC Interkoneksi Listrik Hijau
Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah merencanakan dua proyek transmisi High Voltage Direct Current (Istimewa/dok)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah merencanakan dua proyek transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) utama sebagai bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Menimbang pentingnya peran transmisi tersebut, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar workshop untuk membahas peran teknologi HVDC sebagai tulang punggung interkoneksi listrik hijau di Indonesia.

MKI menggandeng Conseil International des Grands Réseaux Électriques (CIGRE) Indonesia untuk menyelenggarakan workshop yang mengusung tema "HVDC Transmission: Indonesia's Green Enabling Interconnection".

Bertempat di Auditorium Kantor Pusat PT PLN (Persero), workshop ini diselenggarakan pada Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Kembangkan Bisnis Panel Surya, Dian Swastatika (DSSA) Lirik Peluang dari Proyek PLN

Ketua Umum MKI Suroso Isnandar mengungkapkan bahwa workshop ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, hingga pemangku kepentingan global untuk membahas peran teknologi HVDC.

Diikuti oleh 221 peserta ini, workshop ini merupakan salah satu langkah dalam menyambut rencana pemerintah dalam meningkatkan sistem elektrifikasi yang andal  di Indonesia.

"Agenda ini merupakan bagian dari peran strategis MKI sebagai platform penghubung semua pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan dalam memperkuat kolaborasi untuk memastikan transisi energi dapat tercapai secara terkoordinasi dan berkelanjutan," kata Suroso melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (20/4/2026).

Dalam sistem kelistrikan nasional, Suroso pun menyoroti pentingnya konektivitas antar pulau seperti Sumatra dan Jawa.

"Interkoneksi ini bukan lagi wacana, tetapi kebutuhan krusial untuk mendukung transisi energi dan memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional," imbuh Suroso yang juga menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya 50% untuk Dukung Kebijakan WFH, Ini Syarat & Caranya

Menurut Darmawan, masa depan energi Indonesia harus bertumpu pada pemanfaatan sumber daya domestik yang efisien dan berkelanjutan.

"Kita ingin menghadirkan energi yang lebih terjangkau, mendorong investasi lebih besar, serta mempercepat pembangunan nasional. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa menciptakan masa depan energi yang lebih baik," ujar Darmawan.

Darmawan sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan jaringan transmisi sekitar 48.000 kilometer sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Jaringan transmisi ini penting untuk menjembatani ketimpangan antara lokasi sumber energi terbarukan, yang umumnya berada di daerah terpencil, dengan pusat permintaan listrik terutama di kawasan ekonomi utama.

Dengan panjang sirkuit 112 kilometer, proyek interkoneksi Sumatra - Jawa yang menggunakan teknologi HVDC menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah yang saat ini sedang dalam tahap persiapan.

Sebagai informasi, melalui RUPTL 2025 - 2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW).

Dari penambahan kapasitas tersebut, sekitar 76% atau 42,6 GW berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seperti surya, air, angin, dan panas bumi, serta didukung oleh sistem penyimpanan energi (baterai dan pumped-storage hydropower).

Baca Juga: PLN Pasok Listrik 250 MVA ke Pabrik Indah Kiat Pulp & Paper Karawang Mill

Komitmen ini semakin diperkuat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW dalam waktu relatif singkat.

Pemerintah memperkirakan investasi di sektor ketenagalistrikan akan melampaui US$ 500 miliar untuk mendukung target transisi energi. Di sisi lain, secara keseluruhan Pemerintah mengalokasikan dukungan fiskal untuk ketahanan energi sebesar Rp 402,4 triliun.

Adapun, workshop HVDC ini diisi oleh sejumlah pembicara dari lintas sektor. President of CIGRE Konstantin Papailiou berpartisipasi dengan menjabarkan berbagai hal mengenai HVDC dan rekomendasi implementasinya untuk Indonesia. 

Workshop ini juga menampung perspektif sektor (technical session) yang menghadirkan technology leader seperti GE Vernova, Hitachi Energy, Siemens Energy, State Grid Power Indonesia, serta PLN sebagai pengelola sektor ketenagalistrikan di Indonesia. 

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) dan PLN IP Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong 15 MW

Selain itu, workshop ini menampilkan sesi yang membahas skema bisnis inovatif untuk pengembangan proyek HVDC. Termasuk opsi pendanaan berbasis swasta yang dipaparkan oleh PLN, serta perspektif dari Kansai Electric Power Indonesia, Voksel, dan KEPCO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×