kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.915   45,00   0,25%
  • IDX 5.666   -154,38   -2,65%
  • KOMPAS100 731   -20,80   -2,77%
  • LQ45 558   -15,01   -2,62%
  • ISSI 197   -4,68   -2,32%
  • IDX30 317   -7,81   -2,40%
  • IDXHIDIV20 392   -9,52   -2,37%
  • IDX80 83   -2,28   -2,67%
  • IDXV30 106   -1,94   -1,79%
  • IDXQ30 102   -2,49   -2,38%

Mogok kerja di Muara Baru, ini solusi Perindo


Senin, 10 Oktober 2016 / 15:52 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pengusaha sektor perikanan di Muara Baru mogok kerja memprotes kenaikan tarif sewa lahan oleh Perum Perikanan Indonesia / Perindo. Manajemen Perindo mengaku siap mencari jalan keluar, tapi tarif sewa lahan tetap naik.

Aksi mogok ini diikuti oleh pengusaha yang tergabung dalam Panguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru (P3MB). Ada sekitar 110 perusahaan yang ada di kawasan tersebut dan 60 diantaranya masuk dalam kelompok P3MB. Disana terdapat berbagai macam jenis usaha mulai dari pengolahan ikan, cold storge sampai pabrik es.

Agung Pamujo Sekretaris Perindo, mengaku, pihaknya membuka pintu untuk para pengusaha yang merasa keberatan dinaikkannya tarif sewa lahan. "Kalau memang keberatan, mereka bisa kirimkan surat dan bisa dibicarakan bersama," jata Agung, Senin (10/10).

"Kalau memang mereka keberatan membayar, bisa diangsur sampai dua tahun atau lainnya, kami tidak akan mematikan industri perikanan," tambahnya.

Perindo beralasan, kenaikan tarif sewa lahan demi pembangunan sektor perikanan. Mengingat, sudah bertahun-tahun tarif sewa tak naik. "pengusaha yang berada dikawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZI) harus mendukung langkah pemerintah untuk membangun sektor perikanan," jelas Agung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×